Percaya atau Tidak, Baba Vanga Meramal hingga Kiamat Tahun 5079

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baba Vanga, memprediksi konflik Suriah, perang nuklir dan perang dunia  tidak akan berlangsung dalam satu tahun lagi. mirror.co.u

    Baba Vanga, memprediksi konflik Suriah, perang nuklir dan perang dunia tidak akan berlangsung dalam satu tahun lagi. mirror.co.u

    TEMPO.CO, Sofia - Baba Vanga, peramal buta asal Bulgaria, dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam menerawangi kejadian di masa depan. Beberapa ramalannya sebelum meninggal pada 1996 diklaim menjadi kenyataan.

    Salah satu yang terkenal adalah peristiwa serangan teroris ke Amerika Serikat pada 2001 atau yang lebih dikenal dengan 9/11. Teror paling mematikan dalam sejarah Amerika itu telah diramalkan jauh sebelumnya oleh Baba Vanga. Tepatnya pada 1989.

    "Horor, ngeri! Saudara-saudara Amerika akan jatuh setelah diserang oleh burung-burung baja. Serigala akan melolong di semak-semak, dan darah yang tidak bersalah akan tercurah," ujar Baba ketika meramal saat itu, seperti yang dilansir Mirror pada 20 April 2017.

    Baca juga: Peramal Baba Vanga: Perang Dunia III Diawali di Semenanjung Korea

    Keakuratan ramalannya dinilai sesuai dengan konflik berkepanjangan di Timur Tengah terutama Suriah. Peramal yang dijuluki Nostradamus dari Balkan itu mengatakan akan terjadi perang di Suriah yang melibatkan penggunaan senjata kimia.

    Hal itu terbukti setelah sebuah bom kimia jatuh di Suriah yang diduga pelakunya adalah pasukan Bashar al Assad. Lebih dari 100 warga sipil tak berdosa meninggal akibat bom kimia.

    Masih terkait degan Suriah, Baba Vanga juga meramalkan jutaan pengungsi akan membanjiri Eropa pada 2016. Ramalan itu mirip dengan apa yang terjadi sekarang di Eropa.

    Baca juga: Korea Utara Luncurkan Rudal, Presiden Trump: Cina Tidak Dihormati

    Beberapa ramalannya yang terbukti kebenarannya termasuk Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit, kelompok teroris ISIS, perang nuklir, tsunami, serta pembunuhan terhadap beberapa pemimpin dunia yang dapat memicu Perang Dunia III.

    Untuk perang nuklir belum terjadi, tapi mencermati situasi akhir-akhir ini di Semenanjung Korea, telah meningkatkan kekhawatiran dunia. Korea Utara mendapat kecaman internasional dengan pengembangan senjata nuklirnya. Korea Utara juga mengancam Amerika Serikat dengan senjata nuklirnya.

    Sebelum meninggal pada usia 85 tahun di Bulgaria, Baba Vanga mengatakan Perang Dunia III bakal dipicu oleh pembunuhan terhadap empat pemimpin dunia pada 2010.

    Sejak tahun yang ditetapkan itu, sudah ada empat pemimpin yang tewas termasuk pemimpin Hamas, Mahmudd al-Mabhouh, dibunuh di Dubai pada 19 Januari 2010 dan pemimpin Polandia, Lech Kaczynski, ditemukan tewas dalam keadaan yang mencurigakan pada 10 April 2010. Pemimpin lainnya, Presiden Libya Muammar Gaddafi dibunuh pada 20 Oktober 2011, dan Saddam Hussein meninggal pada 30 Desember 2006.

    Baca juga: Paus Fransiskus Serukan Lawan Teror yang Dibungkus Bahasa Agama

    Namun kunci pecahnya Perang Dunia II, ujar Baba Vanga, dipegang oleh Presiden Amerika ke-45, yang saat ini dijabat Donald Trump.

    Ramalan itu bisa benar-benar terjadi mengingat sikap yang ditunjukkan Presiden Donald Trump akhir-akhir ini dalam menghadapi isu global. Termasuk perintah Presiden Trump untuk menembakkan rudal ke Suriah yang dikecam keras oleh Rusia dan Iran. Selain itu, ia mengancam menggunakan opsi militer untuk menghentikan program nuklir Korea Utara.

    Kemenangan Presiden Trump sendiri bahkan juga telah diramalkan Baba Vanga sebelumnya. Dia menyebutkan pada 2015 seorang miliarder akan menjadi raja yang akan membawa dunia kepada kehancuran.

    Para penganut teori konspirasi langsung menyimpulkan bahwa ramalan itu ditujukan untuk Presiden Trump.

    Baba juga pernah meramalkan bahwa pada 2018, Cina akan menjadi kekuatan utama dunia. Namun ramalannya itu terjadi lebih cepat, karena Cina sudah merupakan pusat kekuatan ekonomi dan militer.

    Baca juga: AS-Korea Utara Memanas, Cina Kerahkan Tentara ke Perbatasan

    Rentetan peristiwa dalam ramalan Baba Vanga disusun hingga 5079. Tahun itu Baba meyakini sebagai tahun berakhirnya dunia.

    Sebelum akhir dunia, Baba memprediksi akan ada perubahan orbit bumi pada 2023. Sumber energi baru akan dibuat dan kelaparan global mulai diberantas antara 2025 dan 2028.

    Dari 2033 sampai 2045, es di kutub akan mencair, menyebabkan permukaan laut naik. Sedangkan, muslim menguasai Eropa dan ekonomi dunia berkembang. Maraknya kloning memungkinkan dokter untuk menyembuhkan penyakit apa pun karena tubuh mudah diganti.

    Baca juga: Protes Amerika Soal THAAD, Cina Hukum Korea Selatan

    Antara 2072 dan 2086, masyarakat komunis tanpa kelas akan berkembang bergandengan tangan dengan alam yang baru dipulihkan. Pada 2170 sampai 2256, koloni Bumi di Mars menuntut kemerdekaan, selain pembentukan kota bawah laut dan penemuan sesuatu yang mengerikan selama pencarian kehidupan asing.

    Dari 2341 serangkaian bencana alam dan perbuatan jahat manusia membuat bumi tidak dapat dihuni. Masuk di akhir era 3000-an, peradaban telah hancur dan orang-orang hidup seperti binatang sampai agama baru bangkit untuk membawa manusia keluar dari kegelapan.

    Dari 4302 sampai 4674 konsep-konsep kejahatan dan kebencian telah dieliminasi, manusia abadi dan telah berasimilasi dengan alien. Lalu 340 miliar orang yang tersebar di seluruh alam semesta dapat berbicara kepada Tuhan, sebelum benar-benar berakhir pada 5079.

    Baba Vanga sangat dihormati di wilayah Balkan bahkan hingga ke Rusia menyusul tingkat keakuratan ramalannya yang mencapai 85 persen.

    MIRROR | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.