Korea Selatan Kirim Bantuan Untuk Anak-anak di Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melewati tentara Korea Utara yang tengah berjaga di garis perbatasan. AP Photo/Ahn Young-joon

    Pekerja melewati tentara Korea Utara yang tengah berjaga di garis perbatasan. AP Photo/Ahn Young-joon

    TEMPO Interaktif, Seoul - Korea Selatan setuju mengirimkan bantuan untuk anak-anak balita di Korea Utara, Rabu (9/6), meskipun hubungan kedua negara tegang setelah Seoul menuduh Utara menenggelamkan kapal perangnya.

    Korea Selatan meningkatkan sanksinya terhadap Utara bulan lalu, membatalkan perdagangan, perjalanan dan bantuan sebagai jawaban atas temuan tim internasional yang menyebutkan bahwa Pyongyang di balik tenggelamnya kapal Korea yang menyebabkan 46 pelaut tewas.

    Berdasarkan sanksi baru, bantuan kemanusiaan juga ditangguhkan kecuali bantuan untuk anak-anak.

    Soal pembatalan perdagangan komersial lintas batas, Selatan telah membekukan pembayaran sebagai reaksi atas penembakan kapal.

    Korea Utara mengandalkan Cina selaku sekutu dekatnya, untuk seluruh perdagangan, namun nampaknya pengiriman barang-barang ke Selatan akhir-akhir ini kian meningkat sekitar US300 juta atau setara Rp 2,8 triliun.

    Menteri Unifikasi yang mengurus hubungan dengan Korea Utara mengatakan, pengiriman bantuan sudah mendapatkan ijin untuk dua pengapalan barang-barang balita ke Pyongyang akhir Juni.

    Korea Selatan telah mengadukan kasus penenggelaman kapal ke Dewan Keamanan PBB, seraya meminta mengambil aksi nyata atas provokasi Utara.

    Korea Utara menolak dituduh sebagai pelaku penenggelaman kapal. Utara telah bersiap diri menghadapi ancaman perang jika Seoul benar-benar menerapkan sanksi

    REUTERS | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.