Berlidah Tajam, Perdana Menteri Inggris Meminta Maaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Heribert Proepper

    AP/Heribert Proepper

    TEMPO Interaktif, London - Gordon Brown mengatakan dia merasa malu setelah tertangkap di mikrofon menyebut seorang pemilih sebagai "perempuan picik." Hal itu terjadi di Rochade, Inggris timur laut, ketika dia dicecar oleh Gillian Duffy, yang berusia 65 tahun, dalam berbagai isu, termasuk imigrasi.

    Usai perdebatan itu, Brown masuk ke dalam mobilnya namun tidak menyadari kalau masih mengenakan mikropon dan terdengar mengatakan: "Wah itu bencana."

    Brown kemudian berkunjung ke rumah Gillian Duffy selama setengah jam untuk meminta maaf sebelum mengatakan kepada para wartawan yang menunggu bahwa dia salah mengerti tentang apa yang dikatakan perempuan itu.

    "Anda bisa mengatakan saya pendosa yang menyesal. Kadang anda mengatakan sesuatu yang bukan itu maksudnya dan kadang anda mengatakan sesuatu dan anda ingin memperbaiki secepatnya," tambahnya.

    "Saya ingin datang ke sini untuk meminta maaf pada Gillian, saya sudah melakukan kesalahan namun saya juga ingin mengatakan bahwa saya memahami kekhawatiran yang dia sampaikan dan saya keliru memahami kata-kata yang dia gunakan."

    Brown sudah lebih dulu menelepon Nyonya Duffy untuk meminta maaf setelah rekaman itu diperdengarkan kepadanya dalam wawancara dengan Radio 2 BBC.

    Setelah mendengarkan rekaman itu, Gordon Brown menaruh tangan di keningnya dan menundukkan wajah. "Saya meminta maaf jika saya mengatakan sesuatu yang menyakitkan," tambahnya.

    Komentar yang menyebut Gillian Duffy sebagai perempuan picik disampaikan setelah perdebatan berakhir dan dia menyampaikan kata-kata yang manis. "Amat senang bertemu anda, amat senang bertemu anda," kata Brown sebelum masuk ke dalam mobil.

    Di dalam mobil, Brown terdengar mempertanyakan siapa yang punya gagasan mempertemukan dia dengan perempuan itu.
    Brown kemudian kemudian terdengar mengatakan: "Dia adalah perempuan yang picik..."

    Nyonya Duffy, janda beranak satu dengan dua cucu, mengatakan amat kecewa dengan komentar Brown itu. "Saya sangat kecewa. Dia orang yang berpendidikan. Kenapa dia sampai mengeluarkan kata seperti itu."

    Kasus ini jelas mencoreng kampanye Partai Buruh, yang bersaing ketat dengan Partai Konservatif dan Partai Liberal Demokrat.

    BBC | YR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.