Protes Tandai Minggu Suci

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, KOTA VATIKAN - Paus Benediktus, Selasa (30/3) membuka Minggu Suci atau sepekan sebelum Paskah di tengah terpaan krisis paling berat yang dihadapi gereja dalam beberapa dasawarsa ini. Sri Paus bahkan tidak menyebut secara langsung tentang skandal pelecehan seks yang dilakukan sejumlah oknum pastor dalam khotbah Minggu Palma di Gereja Santo Pius X di Vatikan.

    Kendati begitu dalam beberapa doanya yang dibacakan dalam bahasa Portugal Paus asal Jerman itu saat Misa mengatakan,"Bagi kaum muda dan bagi mereka yang dituntut dengan mendidik mereka dan melindungi mereka." Paus juga mengatakan bahwa Tuhan memandu mereka yang setia dan berani dalam menghadapi intimidasi melalui pelbagai opini yang mendominasi.

    Di London, Inggris, lebih selusinan orang berkumpul di luar Gereja Kathedral Westminster. Mereka menuntut agar Paus mengundurkan diri. Pengunjuk rasa itu membawa plakat bertuliskan: "Paus? Tidak!" dan "Jangan Pura-pura Tak Tahu." Uskup Agung Westminster Vincent Nichols berkeras Paus tak akan dan tak mesti mengundurkan diri.

    "Beliau satu-satunya di atas semuanya di Roma yang menekel ini semua," ujar Uskup Agung Nichols. Adapun di Swiss, Presiden Doris Leuthard mengungkapkan rencananya untuk mendirikan pusat pencatatan pastur-pastur pedofil guna mencegah mereka berhubungan dengan anak-anak lagi. Para pemimpin gereja di sana mengatakan ada lebih 60 orang yang menjadi korban pelecehan pastur.

    Jurubicara Vatikan Romo Federico Lombardi mewanti-wanti bahwa cara Gereja menanggapi skandal pelecehan seks itu "amat penting buat kredibiltas moral". Komentar itu memberi sinyal bahwa Tahkta Suci Vatikan melihat skandal itu sebagai sebuah langkah untuk mensucikan diri sehingga memunculkan pembaharuan dan kekuatan.

    | AP | REUTERS | ANDREE PRIYANTO

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.