Profesor di Cina Gelar Pesta Seks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Beijing -Ma Xiaohai, 53 tahun, punya filosofi tersendiri soal tukar-menukar pasangan dalam bercinta. "Setiap keluarga setidaknya memiliki rasa tak puas atas pasangannya," ujar guru besar tamu sebuah universitas di Nanjing ini. Ia mengibaratkan pernikahan seperti meminum segelas air dingin. "Bertukar pasangan itu ibarat kita meminum secawan anggur," ujar pria yang dua kali bercerai dan kini sendirian itu.

    Ma adalah satu dari 22 orang--14 lelaki dan delapan perempuan--yang kemarin diringkus polisi dengan tuduhan melakukan kejahatan moral karena menggelar acara bercinta beramai-ramai (orgy) sambil tukar-menukar pasangan (swinger). Kegiatan itu, kata polisi, dilakukan sejak 2007. Seperti dilansir koran Procuratorial Daily, andai terbukti bersalah, semuanya dituntut hukuman minimum 5 tahun penjara.

    Kepada polisi, Ma mengaku awalnya bertemu teman-temannya itu via ruang percakapan di Internet. "Awalnya kami mengobrol seputar masalah pernikahan," kata Ma, yang mengelola forum daring grup swinger ini dan kerap menjadi tuan rumahnya. "Tapi lama-kelamaan anggota forum bertambah jadi hingga lebih dari 190 orang." Cina kini sibuk menghadapi problem kebebasan seks seiring bertumbuhnya ekonomi mereka.

    CHINAGLOBALTIMES | ANDRE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.