Pembunuhan Warga Sipil Afganistan, Komandan NATO Minta Maaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP| Dario Lopez Mills

    AP| Dario Lopez Mills

    TEMPO Interaktif, Kabul - Komandan pasukan NATO di Afganistan, Selasa waktu setempat, meminta maaf atas tragedi tewasnya 21 warga sipil akibat serangan udara pasukannya terhadap iring-iringan mobil yang mereka tumpangi di Provinsi Uruzgan, Ahad lalu. Permintaan maaf secara langsung itu disampaikan oleh Jenderal Stanley McChrystal melalui video yang diterjemahkan dalam bahasa Afganistan, Dari dan Pusthun.

    "Saya berjanji mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi seluruh rakyat Afghanistan," ujar McChrystal dalam video. "Untuk itu saya membentuk tim investigasi guna menyelidiki tragedi ini," tambahnya. Sebelumnya McChrystal meminta maaf kepada Presiden Hamid Karzai, Senin, tak lama setelah insiden itu terjadi.

    Sejak invasi pasukan aliansi Amerika Serikat dan NATO di Afganistan selama 10 tahun untuk mengusir Taliban di kawasan selatan Marjah, Provinsi Helmand, tercatat 15 ribu penduduk sipil menjadi korban serbuan tersebut. 

    Selasa pagi kemarin waktu setempat, sebuah ledakan terjadi di Lashkar Gah, ibu kota Helmand menyebabkan delapan orang tewas dan melukai sedikitnya 16 orang lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri.

    Sementara itu, Kepala Kepolisian Afganistan Jenderal Asadullah Sherzad menyebutkan, peristiwa mematikan itu terjadi melalui ledakan sepeda motor yang diparkir selanjutnya diledakkan dari jarak jauh melalui remote di depan kantor Departemen Lalu Lintas.

    AP | CHOIRUL



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.