Polisi Filipina Kejar 161 Pelaku Pembantaian di Kepulauan Mindanao

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Buluan wilayah Maguindanao, Andal Ampatuan (kanan) menyerahkan diri di kota Shariff Aguak, Filipina, Kamis (26/11). Andal diduga terlibat aksi penembakan yang menyebabkan tewasnya 57 pendukung lawan politiknya. AP Photo/Froilan Gallardo

    Walikota Buluan wilayah Maguindanao, Andal Ampatuan (kanan) menyerahkan diri di kota Shariff Aguak, Filipina, Kamis (26/11). Andal diduga terlibat aksi penembakan yang menyebabkan tewasnya 57 pendukung lawan politiknya. AP Photo/Froilan Gallardo

    TEMPO Interaktif, Polisi Filipina mengintensifkan pengejaran terhadap 161 orang yang diidentifikasi terkait dengan pembantaian terhadap 57 orang di Kepulauan Mindanao, bulan lalu.

    Di antara orang-orang yang dicari adalah angota klan Ampatuan di Provinsi Manguindanao.

    Mereka dipimpin oleh Andal Ampatuan Jr. melakukan serangan dan pembantaian sehingga menimbulkan banyak korban.

    Untuk itu, pemerintah kini memberlakukan hukum darurat militer di provinsi paling selatan itu.

    Dalam serangan 23 November itu, telah jatuh korban 57 orang yang menjadi saingan politik klan tersebut dan 30 jurnalis.

    Ampatuan Jr diduga telah mengeksekusi 25 orang.

    "Kami memecahkan kasus ini dengan penuh kedamaian," ujar Kepala Kepolisian Nasional Jesus Verzosa, seperti dikutip kantor berita AP.

    Pihak kejaksaan akan menyampaikan panggilan tertulis kepada enam anggota keluarga Ampatuan Jr. termasuk orang tua Ampatuan untuk dimintai keterangan pada 18 Desember ini. Namun mereka menolak dikaitkan dengan peritiwa berdarah itu.


    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.