Radovan Karadzic Segera Hadapi Pengadilan Kejahatan Perang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Radovan Karadzic/Reuters

    Radovan Karadzic/Reuters

    TEMPO Interaktif, Hague - Bekas pemimpin Bosnia Serbia Radovan Karadzic, Senin (26/10), dijadwalkan akan segera dihadapkan kepada dewan pengadilan kejahatan perang di kota Hague, Belanda.

    Karadzic akan menghadapi 11 tuntutan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan, sehubungan dengan perannya dalam perang Bosnia, tahun 1992 - 1995, yang menewaskan tak kurang dari 100 ribu orang.

    Diantara tuntutan yang akan menjeratnya adalah genosida, pembunuhan, deportasi, aksi non manusiawi, pembasmian, penganiayaan, termasuk diantaranya menyebar teror kepada penduduk sipil, serangan tidak syah kepada penduduk sipil, dan penyanderaan.

    Antara May - Juni 1995, pasukan Bosnia Serbia dibawah pimpinan Karadzic juga menahan tidak kurang dari 200 orang anggota pasukan perdamaian PBB dari berbagai tempat. Mengancam pihak-pihak ketiga yang tidak terlibat konflik, seperti pasukan NATO dan PBB. Beberapa tahanan juga kemudian mendapatkan perlakuan kekerasan.

    Sejumlah penduduk Bosnia, mengaku merencanakan akan naik sejumlah bus membelah Eropa menuju Belanda, guna ingin menghadiri pengadilan ini.

    Karadzic adalah bekas Presiden Bosnia Serbia dari tahun 1992 - 1996. Dia ditangkap di Serbia pada July tahun ini, setelah 13 tahun menjadi buronan internasional.

    Dia akan menghadapi Pengadilan Kejahatan Internasional untuk Bekas Yugoslovakia yang berada dibawah wewenang Perserikatan Bangsa Bangsa di Hague, Belanda.

    REUTERS l TELEGRAPH l WAHYUANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.