Senator Amerika akan Kunjungi Burma

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Seorang senator Amerika Serikat, minggu ini akan mengunjungi Burma, dan akan menjadi pejabat Amerika pertama yang akan berkesempatan bertemu dengan pemimpin Junta militer Burma. Tiga hari, setelah Junta mengeluarkan keputusan memperpanjang status masa tahanan rumah tokoh prodemokrasi Aung San Suu Kyi selama 18 bulan lagi, pada Selasa (11/8) lalu. Dimana Junta juga menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada warga Amerika John William Yettaw yang telah merenangi danau Inya Lake ke rumah Suu Kyi tanpa ijin, sehingga Suu Kyi dianggap melanggar peraturan status tahanan rumahnya, dan mendapat sanksi perpanjangan hukuman tahanan rumah ini.

    Senator tersebut, Jim Webb, dari Partai Demokrat, yang mempunyai hubungan dekat dengan Presiden Barack Obama, direncanakan akan bertemu langsung dengan pemimpin Burma Jendral Than Shwe. "Pekan ini, Senator Jim Webb dijadwalkan untuk bertemu dengan para pemimpin tertinggi pemerintah Burma, termasuk Jendral Than Shwe," ujar rilis kantor Jim Webb. Ini merupakan pertemuan pertama seorang pejabat Amerika dengan pemimpin Than Shwe.

    Selain berkunjung ke Burma, Webb, Ketua Sub Komite Asia Pasifik pada Departemen Luar Negeri Senat Amerika, juga akan mengunjungi Laos, pada Rabu (13/8) pekan ini, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Burma pada akhir pekan. "Ini adalah bagian dari komitmen Amerika untuk memperbaiki hubungan dengan Asia Tenggara," ujar senator dari negara bagian Virginia itu.

    Pejabat pemerintah Burma belum mengkonfirmasi rencana pertemuan Webb dengan Than Shwe ini, tetapi menyambut baik rencana kunjungan itu, sebagai pertanda adanya perubahan positif dari kebijakan pemerintahan Barack Obama terhadap Burma. "Saya kira itu akan positif," ujar seorang pejabat Burma yang tak disebut namanya.

    Washington terus-menerus menerapkan sanksi politik dan ekonomi kepada Burma sejak lama, tetapi baru-baru ini Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menunjukkan perubahan sikap terhadap kebijakan Amerika di Asia Tenggara, dan bahkan menawarkan bantuan ekonomi jika pemerintah Burma memperbarui kebijakan-kebijakannya yang anti demokrasi.

    Webb dijadwalkan juga akan melakukan pembicaraan dengan tokoh prodemokrasi Aung San Suu Kyi dari National League for Democracy dan juga akan diberikan kesempatan berkunjung ke ibukota Burma yang baru, Naypyidaw, yang selama ini tertutup bagi orang luar.

    Pejabat Amerika Serikat terakhir yang mengunjungi Burma adalah Stephen Blake, direktur hubungan Asia Tenggara pada Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, pada bulan Maret lalu. Ia berhasil bertemu dengan menteri luar negeri Nyan Win, tapi gagal bertemu dengan Than Shwe.

    Tetapi kalangan diplomat di Yangon berspekulasi tujuan kunjungan sebenarnya dari Jim Webb adalah untuk membebaskan John William Yettaw yang kini mendekam dalam penjara Insein, Yangon. Ini sesuai dengan kebijakan Presiden Barack Obama yang meminta Burma agar membebaskan Yettaw bersama semua ribuan tahanan politik lain, termasuk Aung San Suu Kyi. "Yettaw akan menjadi bagian dari pembicaraan," ujar seorang diplomat di Yangon. Kemungkinan sesudah kunjungan dan pertemuan Webb dengan Than Shwe, sementara Yettaw akan tetap berada dalam penjara selama beberapa waktu, dan sesudah itu akan dideportasi.

    Namun pengacara Suu Kyi, Nyan Win, menolak spekulasi itu dan mengatakan kunjungan Webb untuk alasan ekonomi saja.

    Peneliti hak asasi manusia spesialis Burma dari Human Rights Watch, David Mathieson, mengatakan, kemungkinan Than Shwe akan apresiatif terhadap agenda kunjungan Webb ini.


    AP l WAHYUANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.