Ahli Forensik Mencari Jurang Tempat Pembuangan 200 Mayat Muslim Bosnia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif , Bosnia -- Ahli forensik Bosnia mulai mencari sebuah jurang di pusat kota Bosnia Selasa (217) untuk mencari sekitar 200 umat muslim dan Kroasia yang dibunuh oleh pasukan Serbia Bosnia pada awal perang 1992-19995.


    Di pengadilan kejahatan perang Bosnia telah memerintahkan memulai mencari di Gunung Vlasic, di mana lebih dari 200 orang tahanan perang dibantai pada 21 Agustus 1992.

    Orang-orang Bosnia Serbia mengatakan bahwa tahanan di kamp-kamp tahanan untuk non-Serbia di wilayah barat Prijedor akan dibebaskan dengan pertukaran tawanan, namun mereka justru diceburkan ke dalam jurang sedalam 80 meter dan ditembaki.

    Ada lusinan selamat dengan meloncat atau memanjat dinding jurang. "Situs ini tidak dapat diakses dengan jalan kaki," kata Amor Masovic, pejabat senior dari Institut Bosnia untuk Orang Hilang. "Kami sedang mempersiapkan tali dan tangga karena merupakan satu-satunya cara untuk turun," katanya.

    Pada awal bulan ini, di pengadilan kejahatan perang Bosnia menangkap dan mendakwa dua orang Serbia Bosnia bekas polisi yang diduga ambil bagian dalam pembunuhan besar-besaran di situs Koricanske Stijene.

    "Para tahanan Sipil ini diperintahkan untuk berlutut di jalan membelakangi jurang kemudian ditembak dengan senjata otomatis," dalam dakwaan itu. "Setelah tubuh mereka jatuh ke dalam jurang, mereka dilempari granat dan ditembaki lagi."

    Pada bulan Juli, pengadilan menghukum mantan polisi Serbia 14 tahun penjara untuk kejahatan terhadap kemanusiaan karena melakukan pembunuhan besar-besaran di Gunung Vlasic. Pada tahun 2004, penjahat yang tinggal di Hague juga bekas polisi Serbia, Darko Mrdja, dihukum 17 tahun penjara untuk kejahatan yang sama.

    Lebih dari 3.500 umat muslim dan Kroasia dibunuh oleh etnis Bosnia Serbia dalam kampanye pembersihan etnis di daerah Prijedor pada tahun 1992. Senin lalu, 44 korban tewas ditemukan ditimbun di Prijedor dan ditemukan 50 kuburan massal di daerah tersebut.


    REUTERS| NUR HARYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.