Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Balas Membalas Korea Selatan dan Korea Utara dalam Perang Balon Kiriman

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
Sebuah balon berisi sampah yang diyakini dikirim oleh Korea Utara sampai ke Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2024. Korea Utara kembali membuat tindakan yang bisa memprovokasi kemarahan Korea Selatan dengan mengiriman 600 balon yang berisi sampah. Yonhap via REUTERS
Sebuah balon berisi sampah yang diyakini dikirim oleh Korea Utara sampai ke Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2024. Korea Utara kembali membuat tindakan yang bisa memprovokasi kemarahan Korea Selatan dengan mengiriman 600 balon yang berisi sampah. Yonhap via REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Korea Selatan melanjutkan siaran pengeras suara yang ditujukan kepada Korea Utara pada hari Minggu 9 Juni 2024, kata militernya, menindaklanjuti peringatan yang menuntut Pyongyang untuk menghentikan pengiriman balon yang membawa sampah ke Korea Selatan.

Keputusan untuk melanjutkan siaran tersebut, sebagai bentuk perang psikologis, dibuat setelah Korea Utara mulai meluncurkan sekitar 330 balon yang membawa sampah dan kotoran pada hari Sabtu, dan sekitar 80 balon di antaranya jatuh di perbatasan, kata militer Korea Selatan.

“Langkah-langkah yang akan kami ambil mungkin tak tertahankan bagi rezim Korea Utara, tetapi mereka akan mengirimkan pesan harapan dan cahaya kepada pasukan Korea Utara dan rakyatnya,” kata Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan.

Korea Selatan telah memperingatkan Korea Utara bahwa mereka akan mengambil tindakan pembalasan yang dapat mencakup siaran propaganda dari pengeras suara besar yang dipasang di perbatasan.

Siaran tersebut dilakukan pada hari Minggu sore dan apakah akan ada lebih banyak lagi yang akan dilakukan tergantung pada bagaimana Korea Utara merespons, kata militer Korea Selatan.

Militer Korea Selatan mengatakan pada hari Minggu bahwa lebih banyak balon telah diluncurkan oleh Korea Utara dan dapat terbang ke Korea Selatan, dan memperingatkan warga untuk tidak menyentuh benda apa pun yang mereka temukan melekat pada balon. Tidak ada rincian lainnya.

Korea Utara Kirimkan Lebih Banyak Balon

Korea Utara mengirimkan ratusan balon pembawa sampah lagi ke perbatasan, kata militer Seoul pada hari Senin 10 Juni 2024, setelah saudara perempuan Kim Jong Un yang berkuasa memperingatkan akan adanya tanggapan lebih lanjut jika Korea Selatan terus melakukan “perang psikologis”.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam beberapa pekan terakhir, Korea Utara telah mengirim ratusan balon ke Korea Selatan, membawa sampah seperti puntung rokok dan tisu toilet, dalam apa yang mereka sebut sebagai pembalasan atas balon-balon yang sarat dengan propaganda anti-Pyongyang yang diterbangkan ke utara oleh para aktivis di Korea Selatan, yang tidak dapat dihentikan oleh Seoul.

Pemerintah Korea Selatan bulan ini sepenuhnya menangguhkan kesepakatan militer untuk mengurangi ketegangan tahun 2018 dan memulai kembali siaran propaganda dengan pengeras suara di sepanjang perbatasan sebagai tanggapan atas peluncuran balon udara Pyongyang, yang membuat marah Korea Utara yang memperingatkan bahwa Seoul menciptakan “krisis baru”.

Saudara perempuan Kim dan juru bicara utama pemerintah Kim Yo Jong mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Senin pagi bahwa Korea Selatan akan “mengalami rasa malu yang pahit karena memungut sampah kertas tanpa istirahat dan hal itu akan menjadi pekerjaan sehari-harinya”.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea, ia mengecam selebaran para aktivis sebagai “perang psikologis” dan memperingatkan bahwa jika Seoul tidak menghentikannya dan menghentikan siaran melalui pengeras suara, maka Korea Utara akan membalasnya.

“Jika Republik Korea secara bersamaan melakukan penyebaran selebaran dan provokasi melalui pengeras suara di perbatasan, maka tidak diragukan lagi akan menjadi saksi balasan baru dari Republik Rakyat Demokratik Korea,” ujarnya, merujuk pada nama resmi kedua negara.

CHANNEL NEWS ASIA
Pilihan editor: Balas Balon Sampah, Aktivis Korea Selatan Kirimi Korea Utara 5.000 USB Video Drakor dan K-Pop

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Diplomat Korea Utara Bawa Istri dan Anaknya Membelot ke Korsel

2 hari lalu

Selebaran anti-Korea Utara yang dirancang oleh kelompok aktivis yang berbasis di Seoul untuk dibawa dengan balon melintasi wilayah Korea Utara, saat berada di Seoul, Korea Selatan, 3 Juni 2024. Kelompok yang memiliki sekitar 30 anggota inti dan didanai oleh keuangan serta sumbangan anggotanya sendiri, sebelumnya tidak merinci kegiatannya kepada media. REUTERS/Kim Hong-Ji
Diplomat Korea Utara Bawa Istri dan Anaknya Membelot ke Korsel

Pembelot yang tertangkap menghadapi ancaman hukuman mati dan pemerintah Korea Utara. Lalu mengapa mereka membelot?


Korea Utara Kecam Deklarasi NATO soal Pengiriman Senjata ke Rusia

4 hari lalu

Korea Utara Kecam Deklarasi NATO soal Pengiriman Senjata ke Rusia

Korea Utara pada Sabtu 13 Juli 2024 mengkritik deklarasi KTT NATO yang mengecam ekspor senjatanya ke Rusia


Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik Baru untuk Hulu Ledak Super Besar

15 hari lalu

Sebuah rudal diluncurkan, ketika media pemerintah melaporkan Korea Utara melakukan uji coba rudal hipersonik berbahan bakar padat jarak menengah dan jauh, di lokasi yang tidak diketahui di Korea Utara, 2 April 2024.  KCNA melalui REUTERS
Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik Baru untuk Hulu Ledak Super Besar

Korea Utara telah melakukan uji coba rudal balistik taktis baru yang mampu membawa hulu ledak super besar


Korban Serangan Hamas 7 Oktober Gugat Iran, Suriah dan Korea Utara di Pengadilan AS

16 hari lalu

Jonathan Greenblatt. Gage Skidmore/Wikipedia
Korban Serangan Hamas 7 Oktober Gugat Iran, Suriah dan Korea Utara di Pengadilan AS

Iran, Suriah dan Korea Utara dituduh memberi dukungan kepada Hamas dalam sebuah gugatan yang diajukan lebih dari 100 korban serangan 7 Oktober di Israel.


Korut Tuding AS Ciptakan NATO Versi Asia Bersama Jepang dan Korsel

17 hari lalu

Kapal induk bertenaga nuklir AS Theodore Roosevelt (CVN 71), berlabuh di Busan, Korea Selatan, 22 Juni 2024.  Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, Theodore Roosevelt tiba di Busan untuk latihan militer gabungan bulan ini dengan negara tuan rumah dan Jepang. Song Kyung-Seok/Pool via REUTERS
Korut Tuding AS Ciptakan NATO Versi Asia Bersama Jepang dan Korsel

Kementerian Luar Negeri Korea Utara (Korut) menuduh Jepang, Amerika Serikat dan Korea Selatan menciptakan "NATO versi Asia"


Top 3 Dunia: Liga Arab Keluarkan Hizbullah dari Daftar Teroris hingga Penyerang Kedutaan Israel Tewas

17 hari lalu

Seseorang tergeletak di tanah, saat petugas polisi menjaga area tersebut setelah serangan, dekat kedutaan Israel di Beograd, Serbia, 29 Juni 2024. REUTERS/Zorana Jevtic
Top 3 Dunia: Liga Arab Keluarkan Hizbullah dari Daftar Teroris hingga Penyerang Kedutaan Israel Tewas

Berita Top 3 Dunia pada Ahad 30 Juni 2024 diawali oleh kabar Liga Arab mengeluarkan kelompok Hizbullah Lebanon dari daftar organisasi teroris.


Pejabat Korea Utara Pakai Pin Kim Jong Un untuk Pertama Kali

17 hari lalu

Pejabat Korea Utara Pakai Pin Kim Jong Un untuk Pertama Kali

Pejabat Korea Utara untuk pertama kalinya mengenakan pin bergambar Kim Jong Un di depan umum


Lebih 40 Negara Anggota PBB Kecam Transfer Senjata dari Rusia ke Korea Utara

17 hari lalu

Lebih 40 Negara Anggota PBB Kecam Transfer Senjata dari Rusia ke Korea Utara

Lebih dari 40 negara anggota PBB, termasuk Amerika Serikat pada akhir pekan mengecam transfer senjata "melanggar hukum" yang dilakukan Rusia ke Korea


Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang Mengutuk Kerja Sama Militer Moskow-Pyongyang

22 hari lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara perpisahan sebelum keberangkatan Putin di bandara di Pyongyang, Korea Utara 19 Juni 2024. Sputnik/Gavriil Grigorov/Pool via REUTERS
Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang Mengutuk Kerja Sama Militer Moskow-Pyongyang

Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang mengutuk kerja sama militer Korea Utara dan Rusia karena sama dengan memperpanjang penderitaan Ukraina.


Kapal Induk Nuklir Amerika Roosevelt Mendarat di Busan, Korea Utara Protes

22 hari lalu

Kapal induk Amerika Serikat USS Theodore Roosevelt melakukan pengisian ulang pasokan di laut dengan kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Ralph Johnson pada 11 Juni 2024. US Navy Photo.
Kapal Induk Nuklir Amerika Roosevelt Mendarat di Busan, Korea Utara Protes

Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Theodore Roosevelt, mendarat di Korea Selatan sebelum ke Laut Merah.