Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dmitry Medvedev: Pelabuhan-pelabuhan Ukraina Akan Diserang Lagi

Reporter

Editor

Ida Rosdalina

image-gnews
Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menghadiri pertemuan dengan pejabat dan karyawan perusahaan industri militer
Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menghadiri pertemuan dengan pejabat dan karyawan perusahaan industri militer "Asosiasi Pembuatan Mesin Ilmiah dan Produksi" di kota Reutov di wilayah Moskow, Rusia, 25 April 2023. Sputnik/Yekaterina Shtukina/ Pool melalui REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, JakartaMantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Sabtu, 5 Agustus 2023, menyatakan Moskow akan melancarkan lebih banyak serangan terhadap pelabuhan Ukraina sebagai tanggapan atas serangan Kyiv terhadap kapal Rusia di Laut Hitam, dan mengancam akan mengganjar Ukraina dengan "bencana ekologis".

Medvedev, yang merupakan wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, sebuah badan yang diketuai oleh Presiden Vladimir Putin, berbicara setelah serangan drone laut Ukraina terhadap kapal perang Rusia di pelabuhan Novorossiysk, dan terhadap sebuah kapal tanker di dekat Krimea, yang dianeksasi Rusia dari Ukraina pada 2014.

Putin memimpin rapat Dewan Keamanan, Jumat, yang dihadiri Medvedev setelah serangan di Novorossiysk, di mana Olenegorsky Gornyak, kapal pendarat Angkatan Laut Rusia, dilaporkan rusak parah.

"Bajingan dan orang aneh hanya memahami kekejaman dan kekerasan. Rupanya, serangan di Odesa, Izmail, dan tempat lain tidak cukup bagi mereka," kata Medvedev dalam sebuah postingan di akun media sosial resminya.

Rusia dalam beberapa pekan terakhir menargetkan pelabuhan Laut Hitam Odesa, tempat Angkatan Laut Ukraina bermarkas, dan Izmail, pelabuhan pedalaman utama Ukraina di seberang Sungai Danube dari Rumania, merusak infrastruktur pelabuhan dan fasilitas biji-bijian.

Moskow, yang bulan lalu menarik diri dari kesepakatan yang memungkinkan Ukraina mengekspor biji-bijiannya dengan aman melalui Laut Hitam, memulai serangan pelabuhan setelah serangan Ukraina di jembatan yang menghubungkan Rusia dengan Krimea, menewaskan orang tua seorang gadis remaja dan menyebabkan kerusakan serius.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara Barat dan Afrika telah mendesak Rusia untuk kembali ke kesepakatan biji-bijian, sesuatu yang dikatakan Moskow hanya akan dilakukan jika dan ketika kesepakatan yang dirancang untuk memfasilitasi ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia diterapkan.

Medvedev menyarankan serangan balasan Rusia terhadap Ukraina karena serangan drone lautnya dapat mengakhiri peluang untuk menghidupkan kembali kesepakatan biji-bijian.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Jika sampah Kyiv ingin menciptakan bencana ekologis di Laut Hitam, mereka harus mendapatkannya di bagian wilayah mereka yang akan segera jatuh ke Polandia dan akan berbau busuk selama berabad-abad setelah itu," kata Medvedev.

"Itu akan menjadi penghakiman terakhir bagi mereka atas kesepakatan biji-bijian."

Tidak jelas bencana ekologis apa yang dimaksud Medvedev. Pejabat tinggi keamanan Rusia telah menyatakan, tanpa memberikan bukti, bahwa pasukan Polandia akan dikerahkan ke Ukraina barat di beberapa titik, sementara Rusia akan mempertahankan dan memperluas wilayah yang telah dianeksasi secara sepihak di selatan dan timur Ukraina.

Kyiv, yang melakukan serangan balasan, mengatakan tetap berkomitmen untuk merebut kembali semua wilayahnya, termasuk Krimea.

REUTERS

Pilihan Editor: Tiga Orang Tewas, Rumah Dibakar dalam Kekerasan Terbaru di Manipur

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Putin Klaim Warga Ukraina di Daerah Pendudukan Ingin Gabung ke Rusia

9 jam lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin, didampingi oleh Kepala Eksekutif produsen minyak Rosneft Igor Sechin dan Wakil Perdana Menteri Yuri Trutnev, mengunjungi galangan kapal Zvezda untuk mengambil bagian dalam upacara pemberian nama kapal tanker baru di kota Bolshoy Kamen dekat Vladivostok, Rusia, September 11, 2023. Sputnik/Pavel Bednyakov/Pool melalui REUTERS
Putin Klaim Warga Ukraina di Daerah Pendudukan Ingin Gabung ke Rusia

Vladimir Putin mengklaim bahwa penduduk wilayah yang dicaplok Moskow di Ukraina menyatakan keinginan mereka untuk menjadi bagian dari Rusia


Dikirimi Tank Abrams, Optimisme Tentara Ukraina Meningkat

15 jam lalu

Prajurit Ukraina mengendarai tank, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di wilayah Donetsk, Ukraina 28 September 2023. REUTERS/Oleksandr Ratushniak
Dikirimi Tank Abrams, Optimisme Tentara Ukraina Meningkat

Dengan mesin yang bertenaga, meriam utama 120 mm, dan lapis baja khusus, tank Abrams sangat mematikan melawan pasukan lapis baja berat.


Diklaim Tewas oleh Ukraina, Komandan Armada Laut Hitam Rusia Muncul dalam Rapat

4 hari lalu

Viktor Sokolov. REUTERS
Diklaim Tewas oleh Ukraina, Komandan Armada Laut Hitam Rusia Muncul dalam Rapat

Viktor Sokolov, komandan Armada Laut Hitam Rusia dan salah satu perwira angkatan laut paling senior Rusia, terlihat menghadiri konferensi video


Ukraina Klaim Bunuh Komandan Armada Laut Hitam Rusia dalam Serangan Rudal

5 hari lalu

Viktor Sokolov. REUTERS
Ukraina Klaim Bunuh Komandan Armada Laut Hitam Rusia dalam Serangan Rudal

Ukraina pada Senin 25 September 2023 mengklaim telah membunuh komandan armada Laut Hitam Rusia Viktor Sokolov dalam serangan rudal


Sergei Lavrov Sebut Barat sebagai 'Kerajaan Kebohongan'

6 hari lalu

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berpidato pada Sesi ke-78 Majelis Umum PBB di New York City, AS, 23 September 2023. REUTERS/Eduardo Munoz
Sergei Lavrov Sebut Barat sebagai 'Kerajaan Kebohongan'

Sergei Lavrov menuduh Barat mengadopsi pola pikir neo-kolonial dalam upayanya kepada negara-negara Selatan untuk mendapatkan dukungan bagi Ukraina.


Rudal Ukraina Hantam Mabes AL Laut Hitam Rusia, Satu Prajurit Hilang

8 hari lalu

Markas besar Armada Laut Hitam Rusia di Sevastopol, Krimea. (Reuters)
Rudal Ukraina Hantam Mabes AL Laut Hitam Rusia, Satu Prajurit Hilang

Sedikitnya sebuah rudal Ukraina menghantam markas besar Angkatan Laut (AL) Laut Hitam Rusia di pelabuhan Sevastopol, Krimea


Rusia Klaim Hancurkan 19 Drone Ukraina di Krimea dan Laut Hitam

9 hari lalu

Seorang prajurit Ukraina membawa drone dan pengendali jarak jauh selama pelatihan, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina 17 Agustus 2023. (Reuters)
Rusia Klaim Hancurkan 19 Drone Ukraina di Krimea dan Laut Hitam

Unit-unit antipesawat Rusia menghancurkan 19 drone Ukraina di Semenanjung Krimea dan Laut Hitam


Bulgaria Kirim Tim Periksa Drone dengan Bahan Peledak di Resor Laut Hitam

12 hari lalu

Ilustrasi drone. Efrem Lukatsky/Pool via REUTERS
Bulgaria Kirim Tim Periksa Drone dengan Bahan Peledak di Resor Laut Hitam

Kementerian pertahanan Bulgaria mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim unit khusus untuk memeriksa dan menonaktifkan drone dengan bahan peledak


Polandia, Hongaria dan Slovakia Larang Impor Biji-bijian dari Ukraina

14 hari lalu

Pemandangan terminal Cereal dengan silo biji-bijian di pelabuhan Laut Hitam Constanta, Rumania, 11 Mei 2022. REUTERS/Anca Cernat
Polandia, Hongaria dan Slovakia Larang Impor Biji-bijian dari Ukraina

Larangan impor biji-bijian asal Ukraina ini dimaksudkan untuk melindungi petani-petani di tiga negara tersebut.


Ukraina Klaim Rebut Satu Desa Lagi dekat Bakhmut

15 hari lalu

Prajurit Brigade Serangan Terpisah ke-3 Ukraina bersiap untuk melakukan misi pengintaian, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, dekat Bakhmut, Ukraina 7 September 2023. REUTERS/Stringer
Ukraina Klaim Rebut Satu Desa Lagi dekat Bakhmut

Desa Andriivka terletak di selatan Bakhmut, tempat pertempuran paling berdarah sejak invasi Rusia pada Februari tahun lalu.