Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rusia Klaim Rebut Bakhmut, Putin Ucapkan Selamat

Reporter

image-gnews
Pendiri kelompok tentara bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin membuat pernyataan di samping pejuang Wagner di lokasi yang dirahasiakan selama konflik Rusia-Ukraina, dalam gambar yang dirilis 5 Mei 2023. Layanan pers
Pendiri kelompok tentara bayaran Wagner Yevgeny Prigozhin membuat pernyataan di samping pejuang Wagner di lokasi yang dirahasiakan selama konflik Rusia-Ukraina, dalam gambar yang dirilis 5 Mei 2023. Layanan pers "Concord" /Handout via REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin memberi selamat kepada pasukannya dan kelompok tentara bayaran swasta Grup Wagner setelah Moskow mengklaim telah merebut Kota Bakhmut, Ukraina timur, pusat pertempuran dengan Ukraina pada Sabtu.

"Akibat tindakan ofensif unit penyerang Wagner, dengan dukungan artileri dan penerbangan dari unit 'Selatan', pembebasan Kota Artemovsk selesai," kata kementerian pertahanan Rusia, menggunakan nama era Soviet dari Bakhmut seperti dilansir France24, Minggu 21 Mei 2023.

"Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada unit penyerangan Wagner serta semua prajurit unit angkatan bersenjata Rusia atas penyelesaian operasi untuk membebaskan kota tersebut,” kantor berita TASS mengutip pernyataan Kremlin.

Pengumuman dari tentara Rusia datang beberapa jam setelah Kyiv mengatakan pertempuran masih berlanjut, meski mengakui situasinya "kritis". Klaim ini juga bersamaan saat pemimpin Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan para pemimpin G7 di Hiroshima, Jepang.

Bakhmut, kota tambang garam yang pernah berpenduduk 70.000 orang, menjadi tempat pertempuran terpanjang dan paling berdarah dalam invasi Rusia di Ukraina selama lebih dari setahun.

Jatuhnya Bakhmut, di mana Moskow dan Kyiv diyakini menderita kerugian besar, akan memungkinkan Moskow membawa pulang kemenangan kunci setelah serangkaian kekalahan yang memalukan.

Itu juga terjadi sebelum serangan balasan besar yang telah dipersiapkan Kyiv selama berbulan-bulan. Zelensky sendiri telah memperingatkan bahwa jatuhnya kota itu akan membuka jalan bagi pasukan Rusia untuk merebut lebih banyak bagian Donbas.

Bos Wagner, Yevgeny Prigozhin sebelumnya mengklaim kota itu telah jatuh ke tangan tentara bayarannya dalam sebuah video yang diposting di Telegram, di mana para pejuang mengibarkan bendera Rusia dengan latar belakang reruntuhan.

"Hari ini tanggal 20 Mei, sekitar tengah hari, Bakhmut diambil seluruhnya," kata Prigozhin dalam video tersebut, menambahkan bahwa pejuang Wagner akan menggeledah kota yang direbut sebelum menyerahkannya kepada tentara Rusia.

"Pada 25 Mei kami akan sepenuhnya memeriksa (Bakhmut), membuat garis pertahanan yang diperlukan dan menyerahkannya kepada militer," kata Prigozhin. "Kami sendiri akan pergi ke kamp lapangan."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Suara artileri terdengar di latar belakang video Prigozhin. Namun, Prigozhin melanjutkan pertarungannya dengan militer Rusia.

"Operasi untuk menangkap Bakhmut berlangsung selama 224 hari," ujar Prigozhin yang mengenakan seragam kamuflase. Kerugian Moskow akan jauh lebih kecil jika bukan karena jenderal yang tidak kompeten, tambahnya.

Wagner, yang mempelopori perjuangan untuk Bakhmut, diyakini menderita kerugian besar dalam penyerbuan kota selama berbulan-bulan. Prigozhin telah lama mengeluh tentang Wagner yang tidak diberi amunisi dalam jumlah yang sesuai.

"Hanya ada Wagner di sini (di Bakhmut)," katanya dalam video tersebut. "Kami tidak hanya melawan tentara Ukraina di sini, kami juga melawan birokrasi Rusia."

Dia menyalahkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov karena mengubah serangan itu menjadi "hiburan mereka sendiri".

Ukraina, yang bulan ini mengklaim sukses di dalam dan sekitar Bakhmut, mengatakan sebelumnya bahwa pertempuran belum berakhir. "Pertempuran sengit di Bakhmut. Situasinya genting," kata wakil menteri pertahanan Ganna Malyar memposting di Telegram.

Dia mengatakan pasukan Ukraina "memegang pertahanan" di "area pesawat" kota itu. "Sampai sekarang, pembela kami mengendalikan fasilitas industri dan infrastruktur tertentu di daerah tersebut," katanya.

Pilihan Editor: Bos Grup Wagner Klaim Rebut Seluruh Bakhmut

FRANCE24

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kremlin: Rusia Terbuka untuk Berdialog dengan AS, Termasuk Soal Ukraina

22 menit lalu

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS
Kremlin: Rusia Terbuka untuk Berdialog dengan AS, Termasuk Soal Ukraina

Kremlin menekankan pentingnya dialog antara Rusia dan AS mengenai masalah global yang menumpuk.


Cerita Putin Pamer Limosin Aurus Buatan Rusia di Sela Kunjungannya ke Korea Utara

2 jam lalu

Cerita Putin Pamer Limosin Aurus Buatan Rusia di Sela Kunjungannya ke Korea Utara

Putin melompat ke belakang kemudi limosin lapis baja hitam, yang merupakan mobil resmi kepresidenannya di Rusia, dan Kim duduk di kursi penumpang.


Korea Selatan Panggil Duta Besar Rusia karena Kesepakatan dengan Korea Utara

18 jam lalu

Korea Selatan Panggil Duta Besar Rusia karena Kesepakatan dengan Korea Utara

Kementerian luar negeri Korea Selatan memanggil duta besar Rusia sebagai protes atas perjanjian antara Rusia dan Korea Utara


Vladimir Putin Tahu Alasan Ukraina Minta Tentara Rusia Ditarik

22 jam lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin memberi isyarat di atas panggung dalam sebuah acara bersama Presiden Vietnam To Lam, yang dihadiri oleh Asosiasi Persahabatan Vietnam dan generasi alumni Vietnam yang belajar di Rusia di Hanoi Opera House di Hanoi pada 20 Juni 2024. MANAN VATSYAYANA/Pool via REUTERS
Vladimir Putin Tahu Alasan Ukraina Minta Tentara Rusia Ditarik

Vladimir Putin menyebut permintaan Ukraina agar tentara Rusia ditarik hanyalah rencana Kyev untuk tetap berkuasa.


Putin Sebut Rusia Mungkin Akan Kirimkan Senjata ke Korea Utara

1 hari lalu

Putin Sebut Rusia Mungkin Akan Kirimkan Senjata ke Korea Utara

Komentar Putin muncul setelah Korea Selatan mengatakan akan mempertimbangkan pasokan senjata ke Ukraina.


Moskow Dilanda Wabah Botulisme 121 Orang Dirawat, Apa Penyebab dan Gejala Penyakit Ini?

1 hari lalu

Orang-orang berjalan melintasi Lapangan Merah dekat Katedral St. Basil dan Menara Spasskaya Kremlin di Moskow tengah, Rusia. REUTERS/Evgenia Novozhenina
Moskow Dilanda Wabah Botulisme 121 Orang Dirawat, Apa Penyebab dan Gejala Penyakit Ini?

Ibu Kota Rusia Moskow dilanda wabah Botulisme, menyebabkan 121 orang perlu perawatan medis. Apa penyebab dan pencegahan Botulisme?


Warga Negara Ganda Rusia-AS Diadili atas Dugaan Menyumbang Dana untuk Tentara Ukraina

1 hari lalu

ilustrasi penjara
Warga Negara Ganda Rusia-AS Diadili atas Dugaan Menyumbang Dana untuk Tentara Ukraina

Ksenia Karelina, warga negara ganda Rusia-AS, diadili di Rusia atas tuduhan mengirimkan uang untuk tentara Ukraina melalui organisasi nirlaba di New York.


Dewan Eropa: Warga Ukraina Diperlakukan Lebih Baik Daripada Pengungsi Perang Lainnya

1 hari lalu

Pengungsi asal Mariupol unjuk rasa menentang referendum di wilayah yang diduduki Rusia di Kyiv, Ukraina 24 September 2022. REUTERS/Valentyn Ogirenko
Dewan Eropa: Warga Ukraina Diperlakukan Lebih Baik Daripada Pengungsi Perang Lainnya

Komisi antirasisme Dewan Eropa menyerukan negara Eropa memperlakukan sama antar sesama pengungsi perang, bukan mengistimewakan warga Ukraina saja.


Vladimir Putin Memuji Vietnam yang Dinilai Pragmatis soal Perang Ukraina

1 hari lalu

Sekjen Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan) bertemu di Resor Laut Hitam Sochi pada 6 September 2018. Vietnam News
Vladimir Putin Memuji Vietnam yang Dinilai Pragmatis soal Perang Ukraina

Vladimir Putin memuji Vietnam atas sikapnya terhadap perang Ukraina karena menerapkan kebijakan luar negeri netral


Putin dan Kim Jong Un Janji Saling Bantu Jika Rusia atau Korea Utara Diserang

2 hari lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selama kunjungannya ke Pyongyang, Korea Utara, 19 Juni 2024. KCNA via REUTERS
Putin dan Kim Jong Un Janji Saling Bantu Jika Rusia atau Korea Utara Diserang

Kedekatan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membuat khawatir Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.