Protes Aturan Covid-19 di Cina Menyebar ke Luar Negeri

Reporter

Ratusan pengunjung berkumpul di Shanghai Disney Resort di tengah wabah COVID-19 di Shanghai, Cina 31 Oktober 2022. Disney Resort tiba-tiba menangguhkan operasi pada hari Senin, 31 Oktober 2022, untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Unjuk rasa menuntut agar diakhirinya aturan Covid-19 yang ketat di Cina, mengular hingga ke luar negeri. Warga Cina yang menetap di Sydney hingga Toronto ikut melakukan aksi protes dengan menyerukan Cina yang bebas dan menuntut Presiden Cina Xi Jinping mengundurkan diri.

Warga Cina di luar negeri dan mereka yang dukung penghentian aturan ketat Covid-19, bersama-sama turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka. Unjuk rasa terjadi di Sydney, Tokyo, Hong Kong, New York dan Ibu Kota Toronto, yang rencananya akan dilakukan sampai beberapa hari ke depan.    

“Bebaskan Cina. Xi Jinping mundur,” demikian diteriakkan sekitar 30 demonstran di Toronto, Kanada, Selasa, 29 November 2022.

Baca juga:Pendanaan Transisi Energi, Sri Mulyani Disebut Berperan Penting Agar RI Dapat Bunga Murah

Petugas polisi berdiri di belakang barikade dan penjagaan di lokasi di mana protes terhadap pembatasan COVID-19 setelah kebakaran Urumqi di Shanghai, China 27 November 2022. REUTERS/Josh Horwitz 

Sedangkan di Universitas Harvard, Massachusetts, Amerika Serikat, ada puluhan orang meneriakkan kalimat ‘jangan ada lagi kebohongan’ dan ‘jangan ada lagi sensor’. Kementerian Luar Negeri Cina enggan berkomentar perihal ini.  

Di luar gedung konsulat Cina di Ibu Kota New York, ada ratusan orang berkumpul. Beberapa orang melambai-lambaikan kertas putih, yang telah menjadi simbol protes di Cina.

Banyak demonstran yang meneriakkan slogan-slogan dalam bahasa mandarin, mengkritik catatan HAM Cina dan dampak dari kebijakan nol kasus Covid-19. Ketatnya aturan Covid-19 di Cina, telah sangat melukai perekonomian Cina dan kebabasan warganya.

Para demonstran di luar negeri, enggan memberikan nama lengkap mereka karena waswas dengan keadaan sanak-saudara mereka di Cina yang bisa saja mengalami gangguan dari otoritas.

Beijing menghadapi kemarahan dari warganya dan sekarang meluas setelah ada kejadian 10 orang tewas terpanggang dalam sebuah kebakaran di kawasan Xinjinang. Banyak orang menuduh itu karena ketatnya aturan Covid-19 sehingga membuat warga terperangkap di dalam sebuah gedung. Namun otoritas menyangkal tuduhan tersebut.

Di Sydney ada sekitar 200 orang berkumpul pada Senin malam, 28 November 2022. Mereka menyalakan lilin di alun-alun Kota Sydney. Ada sekitar 50 pelajar asal Cina dalam acara itu, di mana itu telah menjadi aksi protes terbesar yang dilakukan warga Cina di tanah Australia. Sebagian besar pelajar menutup wajah dengan masker dan topi. Mereka juga tak mau menyebutkan nama lengkap. Beberapa dari mereka meyakini seorang otoritas dari kantor Kedutaan Besar Cina memantau acara tersebut.        

Sumber: Reuters

Baca juga: Saat Pejabat China Diam Tercengang Ditanya Protes Covid-19

  

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.       






Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

6 jam lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

15 jam lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

16 jam lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020


Cina Tolak Kesepakatan Pembatasan Akses Ekspor Semikonduktor

17 jam lalu

Cina Tolak Kesepakatan Pembatasan Akses Ekspor Semikonduktor

Terkait kontrol tersebut, Cina mengajukan gugatan terhadap Amerika Serikat melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).


Pengiriman Smartphone Cina 2022 Terendah dalam 10 Tahun, Vivo Memimpin

17 jam lalu

Pengiriman Smartphone Cina 2022 Terendah dalam 10 Tahun, Vivo Memimpin

Pasar smartphone Cina mengalami penurunan pengiriman pada 2022 sebesar 14 persen, turun di bawah 300 juta unit untuk pertama kalinya sejak 2013.


Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

18 jam lalu

Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

Ada sekitar 69.323 kartu jaminan sosial atau Social Security Numbers (SSNs) yang digunakan untuk mendapatkan dana bantuan dari total USD 5,4 miliar


Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

21 jam lalu

Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

Berita Top 3 Dunia pada Senin 30 Januari 2023 diawali oleh kabar Turki peringatkan warganya soal Islamofobia di Eropa


Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

21 jam lalu

Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

Toyota Motor Corp mencatat total penjualan global sebanyak 10,5 juta unit sepanjang 2022, mengalahkan Volkswagen yang hanya menjual 8,9 juta unit.


Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

1 hari lalu

Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

Peneliti mengingatkan pentingnya pengurutan genom menyeluruh untuk mendeteksi COVID-19 subvarian baru seperti Kraken.


Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

1 hari lalu

Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

Pasien demam yang berkunjung ke klinik akibat Covid-19 selama Imlek turun sekitar 40 persen.