China Semangat Lockdown, Dampaknya dari Demonstrasi sampai 20 Ribu Buruh Mundur

Warga berdiri di depan barisan polisi selama demonstrasi menentang pembatasan COVID-19 di Shanghai, China 27 November 2022. REUTERS/Casey Hall

TEMPO.CO, Jakarta - Kota-kota di China semakin banyak yang memberlakukan lockdown lokal dengan naiknya kasus harian positif Covid-19. Melansir laman Radio Free Asia disebutkan bahwa warga yang ada di distrik Zhengzhou tidak bisa keluar rumah kecuali sedang dalam kondisi darurat. Sebagai informasi, Zhengzhou merupakan sebuah distrik dengan populasi 6,6 juta jiwa. Warga Zhengzhou diperintahkan untuk berada di dalam rumah sejak Kamis, 24 November 2024.

Dampak Lockdown di China

Lockdown yang kembali terjadi di China membawa beberapa dampak. Apa saja dampaknya?

1. Demonstrasi

Setelah Pemerintah China mengumumkan lockdown kembali, gelombang protes menyeruak di China. Melansir CNN International disebutkan pada 27 November 2022, gelombang protes sudah menyebar hingga ke Beijing, Wuhan, dan Guangzhou. Gelombang protes tersebut menyerukan supaya lockdown diakhiri dan menuntut kebebasan politik. Selain itu, gelombang protes juga dilakukan di kampus-kampus yang ada di China, seperti Universitas Tsinghua dan Universitas Peking.

Baca: Profil Perusahaan Teknologi Foxconn Diterpa Badai 20 Ribu Buruh Mundur

2. 20 Ribu Buruh Mundur

Melansir Reuters disebutkan bahwa gelombang protes juga dilakukan oleh para buruh yang bekerja di pabrik iPhone terbesar milik Foxconn di Zhengzhou, China.

Protes tersebut dilakukan lantaran perusahaan masih memperkerjakan para pegawainya di tengah kasus Covid-19 yang melonjak di pabrik tersebut. Alhasil, lebih dari 20 ribu karyawan Foxconn mengundurkan diri. Pengunduran diri ini menjadi pukulan telak bagi pabrik iPhone tersebut karena menganggu produksi menjalang Natal dan tahun baru.

3. Sensor Piala Dunia

Berkaitan dengan lockdown yang dilakukan di China, pemerintah China juga melakukan sensor terhadap siaran Piala Dunia 2022. Melansir Daily Mail, disebutkan bahwa China melakukan sensor terhadap gambar yang menunjukkan orang-orang yang tidak memakai masker ketika menonton langsung Piala Dunia di Qatar.

Penayangan Piala Dunia di China ditayangkan oleh CCTV Sport. Sensor dilakukan ketika kamera menyorot kerumunan orang yang tidak memakai masker dan menggantinya dengan rekaman pemain, pelatih, dan suasan stadion.

EIBEN HEIZIER

Baca juga: Protes Covid-19 Meletus di Guangzhou, Kemarahan Warga Memuncak

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

6 jam lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

7 jam lalu

China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

China yakin pandemi Covid-19 segera berakhir seiring dengan jumlah kasus positif dan kematian yang terus menurun.


Ketika Crazy Rich China Berhamburan ke Singapura

11 jam lalu

Ketika Crazy Rich China Berhamburan ke Singapura

Orang-orang kaya China banyak yang menganggap Singapura ideal untuk memarkir kekayaan mereka dalam bentuk properti.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

15 jam lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

16 jam lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020


JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

18 jam lalu

JD.ID Umumkan Bakal Tutup Permanen, Ini Profilnya

E-commerce JD.ID mengumumkan akan menutup platformnya secara permanen mulai 15 Februari 2023. Perusahaan ini ternyata anak perusahaan asal Cina, JD.com.


Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

19 jam lalu

Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

Ada sekitar 69.323 kartu jaminan sosial atau Social Security Numbers (SSNs) yang digunakan untuk mendapatkan dana bantuan dari total USD 5,4 miliar


Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

22 jam lalu

Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

Toyota Motor Corp mencatat total penjualan global sebanyak 10,5 juta unit sepanjang 2022, mengalahkan Volkswagen yang hanya menjual 8,9 juta unit.


Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

1 hari lalu

Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

Peneliti mengingatkan pentingnya pengurutan genom menyeluruh untuk mendeteksi COVID-19 subvarian baru seperti Kraken.


Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

1 hari lalu

Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

Pasien demam yang berkunjung ke klinik akibat Covid-19 selama Imlek turun sekitar 40 persen.