Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Senat AS Meloloskan RUU Perlindungan Pernikahan Sesama Jenis

image-gnews
Duan Rongfeng (kanan) memegang tangan suami barunya Li Tao saat pernikahan bersama tujuh pasangan lesbi dan homo asal Tiongkok di California, Amerika Serikat, 9 Juni 2015. Tiongkok melegalkan homoseksual pada tahun 1997, tetapi tidak mengakui pernikahan sesama jenis. REUTERS/Lucy Nicholson
Duan Rongfeng (kanan) memegang tangan suami barunya Li Tao saat pernikahan bersama tujuh pasangan lesbi dan homo asal Tiongkok di California, Amerika Serikat, 9 Juni 2015. Tiongkok melegalkan homoseksual pada tahun 1997, tetapi tidak mengakui pernikahan sesama jenis. REUTERS/Lucy Nicholson
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Senat Amerika Serikat pada Selasa, 29 November 2022, meloloskan rancangan undang-undang (RUU) yang akan melindungi pengakuan federal atas pernikahan sesama jenis. Rancangan undang-undang yang disusun secara ramping, dimaksudkan sebagai proteksi seandainya Mahkamah Agung menentang pernikahan sesama jenis. Draf itu menuntut pemerintah federal untuk mengakui pernikahan, jika itu sah di negara bagian tempat pernikahan itu dilakukan.

Baca: Gereja Katolik Belgia Izinkan Pernikahan Sejenis, Bertentangan dengan Vatikan

RUU itu tidak akan melarang negara bagian untuk memblokir pernikahan sesama jenis atau antar ras, jika Mahkamah Agung mengizinkan mereka melakukannya. "Hari ini sangat panjang tapi kita bergerak maju tak terhindarkan menuju kesetaraan yang lebih besar," kata Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer dalam sebuah pernyataan.

"Dengan mengesahkan RUU ini, Senat mengirimkan pesan yang perlu didengar setiap orang Amerika: tidak peduli siapa Anda atau siapa yang Anda cintai, Anda juga berhak mendapatkan martabat dan perlakuan yang sama di bawah hukum."

RUU itu disahkan 61 hingga 36, dengan 60 suara diperlukan untuk pengesahan. Dua belas Republikan bergabung dengan 49 Demokrat dalam mendukung RUU tersebut. Seorang Demokrat, Raphael Warnock dari Georgia, tidak hadir, begitu pula dua senator Republik.

RUU serupa, tetapi tidak identik, disahkan Dewan Perwakilan Rakyat awal tahun ini dengan dukungan dari 47 Republikan dan semua Demokrat. DPR perlu menyetujui versi Senat sebelum dikirim ke Presiden Joe Biden untuk ditandatangani menjadi undang-undang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Politikus Demokrat Steny Hoyer mengatakan kepada wartawan pada Selasa lalu, bahwa DPR kemungkinan akan mengambil versi RUU Senat minggu depan. 

Pada Juni, Mahkamah Agung membatalkan hak nasional untuk melakukan aborsi. Langkah itu membatalkan preseden hukum selama 50 tahun.

Dalam pendapat yang sama, Hakim Agung Clarence Thomas menulis pengadilan harus mempertimbangkan untuk membatalkan keputusan lain yang melindungi kebebasan individu, termasuk putusan tahun 2015 tentang pernikahan gay. Menurut Biro Sensus AS, sekitar 568.000 pasangan sesama jenis yang menikah tinggal di Amerika Serikat.

Simak: Tokyo Ingin Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

REUTERS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Krisis Israel-Palestina, Wikipedia Deklasifikasi Organisasi Yahudi AS

3 jam lalu

Ilustrasi logo Wikipedia. Wikipedia.org
Krisis Israel-Palestina, Wikipedia Deklasifikasi Organisasi Yahudi AS

Wikipedia menyebut Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (ADL) tidak dapat diandalkan sebagai sumber informasi netral dalam krisis Palestina-Israel


Pecah Kongsi, Wapres Filipina Sara Duterte Mundur dari Kabinet Ferdinand Marcos Jr.

5 jam lalu

Wakil Presiden Filipina dan Menteri Pendidikan Sara Duterte berbicara dalam pengarahan ekonomi setelah Pidato Kenegaraan pertama Presiden Ferdinand Marcos Jr, di Kota Pasay, Metro Manila, Filipina, 26 Juli 2022. REUTERS/Lisa Marie David
Pecah Kongsi, Wapres Filipina Sara Duterte Mundur dari Kabinet Ferdinand Marcos Jr.

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte pada Rabu 19 Juni 2024 mengundurkan diri dari kabinet Presiden Ferdinand Marcos dan jabatan penting lainnya


Benjamin Netanyahu Sebut Sudah Dijanjikan Amerika Serikat Senjata Bakal Dikirim Lagi

8 jam lalu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu datang untuk meninjau pasukan Honor Guard dengan rekannya dari Ethiopia Abiy Ahmed selama pertemuan mereka di Yerusalem 1 September 2019. Dia tidak memiliki kewajiban hukum untuk mengundurkan diri. Namun dakwaan tersebut dapat semakin menguatkan para penantang yang berusaha mengusirnya setelah dua pemilihan yang tidak meyakinkan sejak April, dengan pemilihan ketiga yang akan diumumkan dalam beberapa minggu. [REUTERS / Ronen Zvulun / File Photo]
Benjamin Netanyahu Sebut Sudah Dijanjikan Amerika Serikat Senjata Bakal Dikirim Lagi

Benjamin Netanyahu memastikan Washington sedang mengupayakan pembatalan larangan pengiriman senjata ke Israel.


AS Ingin Hindari Eskalasi Perang di Perbatasan Israel-Lebanon

16 jam lalu

Sistem anti-rudal Iron Dome Israel mencegat roket yang diluncurkan dari Lebanon menuju Israel melewati perbatasan Israel-Libanon, seperti yang terlihat dari Israel utara, 12 April 2024. REUTERS/Ayal Margolin
AS Ingin Hindari Eskalasi Perang di Perbatasan Israel-Lebanon

Presiden AS Joe Biden mengirim seorang utusan khusus, Amos Hochstein, ke Lebanon untuk terlibat dalam upaya pencegahan eskalasi konflik Israel-Hizbullah.


Biden Janjikan Kewarganegaraan bagi 500.000 Imigran yang Menikah dengan Warga Negara AS

17 jam lalu

Sejumlah imigran menyeberangi Sungai Rio Grande di Eagle Pass, Texas, Amerika Serikat (AS), Senin, 25 Juli 2022. (Xinhua/Nick Wagner)
Biden Janjikan Kewarganegaraan bagi 500.000 Imigran yang Menikah dengan Warga Negara AS

Presiden AS Joe Biden menjanjikan sistem imigrasi yang lebih manusiawi dibandingkan kebijakan lawannya pada pilpres nanti, mantan presiden Donald Trump.


Thailand Jadi Negara Asia Tenggara Pertama yang Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis

23 jam lalu

Anggota komunitas LGBTQ+ bereaksi ketika mereka tiba menghadiri disetujuinya RUU kesetaraan pernikahan dalam pembacaan kedua dan ketiga oleh Senat, yang secara efektif menjadikan Thailand melegalkan pernikahan sesama jenis, di Bangkok, Thailand, 18 Juni 2024. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Thailand Jadi Negara Asia Tenggara Pertama yang Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis

Senat Thailand mendukung RUU kesetaraan pernikahan dengan suara 130 berbanding empat.


Putin Berjanji Akan Dukung Korea Utara Melawan Amerika Serikat

1 hari lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin berbincang dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Amur, Rusia, 13 September 2023. Sputnik/Vladimir Smirnov/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS
Putin Berjanji Akan Dukung Korea Utara Melawan Amerika Serikat

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa 18 Juni 2024 berjanji mendukung Korea Utara melawan Amerika Serikat.


AS Akui Khawatirkan Hubungan Mendalam Rusia dan Korea Utara

1 hari lalu

John Kirby. REUTERS
AS Akui Khawatirkan Hubungan Mendalam Rusia dan Korea Utara

Amerika Serikat khawatir atas hubungan Rusia-Korea Utara "yang semakin mendalam", saat Presiden Vladimir Putin dijadwalkan tiba di Pyongyang


Joe Biden Ucapkan Selamat Idul Adha, Singgung Nasib Penderitaan Warga Gaza

1 hari lalu

First Lady AS Jill Biden dan Wakil Presiden AS Kamala Harris dipastikan negatif. REUTERS
Joe Biden Ucapkan Selamat Idul Adha, Singgung Nasib Penderitaan Warga Gaza

Joe Biden dan istrilnya Jill mengucapkan kepada Muslim Amerika dan komunitas Muslim di seluruh dunia


Putin Puji Korea Utara karena Mendukung Operasi Rusia di Ukraina

1 hari lalu

Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selama pertemuan di Kosmodrom Vostochny di wilayah Amur timur jauh, Rusia, 13 September 2023. Sputnik/Mikhail Metzel/Kremlin via REUTERS
Putin Puji Korea Utara karena Mendukung Operasi Rusia di Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa 18 Juni 2024 memuji Korea Utara karena "tegas mendukung" perang Moskow di Ukraina