Salman Rushdie Membaik, Ventilator Dicopot dan Bisa Bicara

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Rushdie dipilih sebagai Distinguished Writer in Residence di Arthur L. Carter Journalism Institute of New York University, tepatnya pada tahun 2015. Pria kelahiran 1947 itu juga sempat mengajar di Universitas Emory dan terpilih dalam American Academy of Arts and Letters. Pada tahun 2012, ia menerbitkan buku Joseph Anton: A Memoir, kisah hidupnya usai kontroversi buku The Satanic Verses. Carsten Bundgaard/Ritzau Scanpix/via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi penulis Ayat-Ayat Setan, Salman Rushdie, terus membaik, setelah mendapat perawatan akibat ditusuk ketika akan memberikan kuliah umum di sebuah lembaga di New York, Jumat, 12 Agustus 2022.

Menurut sahabatnya sesama penulis, Aatish Taseer, Rushdie sudah tidak lagi memakai ventilator.  "Tidak menggunakan ventilator dan berbicara (dan bercanda)," tulis Taseer dalam akun Twitter, Sabtu malam, seperti dikutip Indianexpress.

Agen Rushdie, Andrew Wylie, membenarkan informasi itu tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Rushdie, 75 tahun, akan memberikan kuliah tentang kebebasan artistik di Chautauqua Institution di barat New York ketika Hadi Matar menyerbu panggung dan menikam penulis novel "The Satanic Verses" tahun 1988, yang dinilai menghujat Islam.

Matar, 24 tahun, yang berasal dari Fairview, New Jersey, menyatakan tidak bersalah atas tuduhan percobaan pembunuhan dan penyerangan dalam sidang pengadilan pada Sabtu.

Dilepasnya ventilator menunjukkan kondisi Rushdie terus membaik. Setelah berjam-jam operasi, ia menggunakan ventilator dan tidak dapat berbicara pada Jumat malam, menurut agennya, Andrew Wylie.

Novelis itu kemungkinan akan kehilangan matanya dan mengalami kerusakan saraf di lengannya dan luka di hatinya, kata Wylie dalam sebuah email.

Wylie tidak menanggapi pesan yang meminta pembaruan tentang kondisi Rushdie pada hari Sabtu, meskipun New York Times melaporkan bahwa Rushdie mulai berbicara, mengutip Wylie.

Penusukan itu dikecam oleh penulis dan politisi di seluruh dunia sebagai serangan terhadap kebebasan berekspresi. Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, Presiden Joe Biden memuji "cita-cita universal" yang diwujudkan oleh Rushdie dan karyanya.

"Kebenaran. Keberanian. Ketahanan. Kemampuan untuk berbagi ide tanpa rasa takut," kata Biden. "Ini adalah blok bangunan dari setiap masyarakat yang bebas dan terbuka."

Baik otoritas lokal maupun federal tidak memberikan rincian tambahan tentang penyelidikan pada hari Sabtu. Polisi mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka belum menetapkan motif serangan yang dilakukan Hadi Matar itu. 

Reuters | Indianexpress






Akibat Ditikam di New York, Salman Rushdie Buta Sebelah Mata

42 hari lalu

Akibat Ditikam di New York, Salman Rushdie Buta Sebelah Mata

Menurut agennya, Salman Rushdie menderita luka yang dalam akibat serangan brutal itu. Salah satu matanya buta.


Kisah Pilu Ibunda yang Putrinya Meninggal akibat Gagal Ginjal Akut

45 hari lalu

Kisah Pilu Ibunda yang Putrinya Meninggal akibat Gagal Ginjal Akut

Soliha, masih bertanya-tanya tentang penyebab anak bungsunya yang masih berusia 3,8 tahun, bisa terjangkit gagal ginjal akut dan meninggal


Penulis Prancis, Annie Ernaux Memenangkan Hadiah Nobel Sastra 2022

59 hari lalu

Penulis Prancis, Annie Ernaux Memenangkan Hadiah Nobel Sastra 2022

Annie Ernaux merupakan perempuan ke-17 di antara 119 peraih Nobel Sastra asal Prancis pertama sejak Patrick Modiano pada 2014.


Seperti Flu Biasa, Waspada Gejala Subvarian Covid Centaurus

20 Agustus 2022

Seperti Flu Biasa, Waspada Gejala Subvarian Covid Centaurus

Covid Centaurus salah satu subvarian yang muncul dengan nama resmi Omicron BA.2.7. Apa saja gejalanya, betulkah seperti sakit flu biasa?


Penikam Salman Rushdie Mengaku Tidak Bersalah atas Percobaan Pembunuhan

19 Agustus 2022

Penikam Salman Rushdie Mengaku Tidak Bersalah atas Percobaan Pembunuhan

Hadi Matar, pelaku penikaman penulis Salman Rushdie, kesal setelah mengetahui kondisi korbannya membaik


Pasca-Penusukan Salman Rushdie, Penjualan Buku 'Ayat-ayat Setan' Melonjak

18 Agustus 2022

Pasca-Penusukan Salman Rushdie, Penjualan Buku 'Ayat-ayat Setan' Melonjak

Penjualan novel The Satanic Verses atau 'Ayat-ayat Setan' melonjak setelah penulisnya, Salman Rushdie, ditikam dalam sebuah acara di Amerika Serikat belum lama ini.


Mereka yang Diserang Usai Menghina Nabi Muhammad

16 Agustus 2022

Mereka yang Diserang Usai Menghina Nabi Muhammad

Selain Salman Rushdie, sebelumnya ada penulis, seniman dan media yang mengalami pengalaman buruk usai dituduh menghina Nabi Muhammad.


Top 3 Dunia: Ancaman pada JK Rowling, Helikopter Filipina, dan Rudal Israel

16 Agustus 2022

Top 3 Dunia: Ancaman pada JK Rowling, Helikopter Filipina, dan Rudal Israel

Top 3 Dunia: JK Rowling diancam setelah komentari penusukan Salman Rushdie, Filipina batal beli helikopter Rusia, dan rudal Israel ke Suriah


Iran Salahkan Salman Rushdie, Inggris: Menggelikan

15 Agustus 2022

Iran Salahkan Salman Rushdie, Inggris: Menggelikan

Inggris menilai pernyataan Iran bahwa penusukan terhadap Salman Rushdie akibat tindakan penulis novel Ayat-Ayat Setan itu, sebagai "menggelikan".


Iran Merespon Soal Penikaman Salman Rushdie: Diserang karena Hina Islam

15 Agustus 2022

Iran Merespon Soal Penikaman Salman Rushdie: Diserang karena Hina Islam

Iran merespon soal penikaman Salman Rushdie, bantah terlibat.