Vladimir Putin: Tidak Ada Pemenang dalam Perang Nuklir

Reporter

Presiden Rusia Vladimir Putin, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu dan kepala angkatan laut Rusia Laksamana Nikolai Yevmenov menghadiri parade menandai Hari Angkatan Laut di Saint Petersburg, Rusia 31 Juli 2022. REUTERS/Maxim Shemetov

TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan secara eksplisit akan konflik nuklir setelah PBB menyatakan bahwa dunia sedang "menuju malapetaka".

Putin mengatakan, tidak akan ada pemenang dalam perang nuklir. Ia menegaskan, konflik seperti itu tidak boleh dimulai. Hal itu disampaikannya dalam surat kepada konferensi tentang perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT).

“Kami melanjutkan dari fakta bahwa, tidak ada pemenang dalam perang nuklir dan itu tidak boleh dilepaskan. Kami berdiri untuk keamanan yang sama dan tak terpisahkan untuk semua anggota komunitas dunia,” tulis Putin dikutip dari Reuters, Selasa, 2 Agustus 2022.

Komentar Putin ini menarik perhatian sebab sebelumnya ada kekhawatiran global atas konfrontasi nuklir yang telah meningkat setelah invasi Rusia pada Februari 2022.

NPT merupakan pertemuan tingkat tinggi yang telah lama tertunda untuk meninjau perjanjian bersejarah 50 tahun lalu. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir demi dunia yang bebas nuklir.

Perjanjian Non-Proliferasi yang dikenal sebagai NPT memiliki kepatuhan terluas dari perjanjian kontrol senjata, dengan 191 negara sebagai anggota. Itu berlaku sejak 1970.

Di bawah ketentuannya, lima kekuatan nuklir utama - Amerika Serikat, Cina, Rusia (sebelumnya Uni Soviet), Inggris dan Prancis - setuju bernegosiasi untuk menghilangkan persenjataan dan negara tanpa senjata nuklir. Mereka berjanji untuk tidak memperolehnya dengan imbalan dan jaminan untuk dapat mengembangkan energi nuklir demi tujuan damai.

India dan Pakistan, yang tidak bergabung dengan NPT, terus mendapatkan peledak itu. Non-penandatangan Israel diyakini memiliki persenjataan nuklir tetapi tidak membenarkan atau menyangkalnya.

Di Konferensi NPT, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengisyaratkan dunia bahwa nasib manusia hanya satu jengkal dari pemusnahan nuklir. Dia mencontohkan terutama perang di Ukraina dan ancaman senjata nuklir dalam konflik di Timur Tengah dan Asia, dua wilayah yang “menuju malapetaka”.

Guterres meminta peserta konferensi untuk segera memperkuat dan menegaskan kembali norma yang menentang penggunaan senjata nuklir. Ia juga menyerukan untuk bekerja tanpa henti menuju penghapusan senjata nuklir dengan komitmen baru untuk mengurangi persenjataan.

Dia meminta dunia mengatasi ketegangan yang membara di Timur Tengah dan Asia, sampai mempromosikan penggunaan damai teknologi nuklir.

“Generasi masa depan mengandalkan komitmen Anda untuk mundur dari jurang maut,” katanya kepada para menteri dan diplomat. “Ini adalah momen kami untuk memenuhi uji fundamental ini dan mengangkat awan pemusnahan nuklir sekali dan untuk selamanya.”

Dalam pidatonya setelah invasi, Putin sempat merujuk pada persenjataan nuklir Rusia. Dia mewanti-wanti kekuatan asing yang berupaya untuk ikut campur di Ukraina.

“Siapa pun yang mencoba menghalangi kita, Rusia akan bertindak secepatnya. Dan itu akan membawa Anda pada konsekuensi yang belum pernah Anda temui dalam sejarah Anda,” kata Putin  Februari lalu.

Baca juga: Putin Teken Doktrin Maritim Rusia, Sebut AS dan NATO Ancaman Utama

SUMBER: REUTERS | THE INDEPENDENT






Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

6 jam lalu

Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

Zelensky menanggapi ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Putin.


Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

6 jam lalu

Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

:Presiden Rusia Vladimir Putin berulang tahun ke-70 hari ini. Ia mendapat ucapan selamat termasuk dari Kim Jong Un.


Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

7 jam lalu

Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

Kementerian Luar Negeri masih akan menunggu KTT ASEAN pada November 2022 dalam memberi pengakuan ke Pemerintah sementara Myanmar


Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

8 jam lalu

Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

10 negara terbesar di dunia berdasarkan luas wilayahnya dengan total area meliputi daratan dan daerah perairan


Biden Ingatkan Ancaman Nuklir Putin Tak Main-main: Berisiko Armageddon

8 jam lalu

Biden Ingatkan Ancaman Nuklir Putin Tak Main-main: Berisiko Armageddon

Putin disebut oleh Biden tak main-main dengan ancamannya. Ia menyatakan akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina.


Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

10 jam lalu

Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

Mengenal apa itu Yandex, sejarah serta kelebihan dan kekurangan dibandingkan search engine Google.


WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

10 jam lalu

WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang terdampak pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia.


RI Tolak Bahas Uyghur di PBB, Kemlu Sebut Tak Mau Ada Politisasi

12 jam lalu

RI Tolak Bahas Uyghur di PBB, Kemlu Sebut Tak Mau Ada Politisasi

Kemlu RI menjelaskan alasan Indonesia menolak proposal pembahasan yang diajukan negara-negara Barat dalam Dewan HAM PBB tentang Uyghur.


Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

15 jam lalu

Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

Ribuan warga Rusia membanjiri perbatasan negara-negara tetangga sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial pada 21 September


Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

17 jam lalu

Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

Sebuah rudal Rusia menghancurkan blok apartemen di wilayah Ukraina yang telah dicaplok Moskow hingga menewaskan tujuh orang,