27 Diplomat Diusir, Kedubes Rusia di AS Kekurangan Staf Diplomatik

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Bendera Rusia berkibar di luar Konsulat Jenderal Federasi Rusia di New York di Manhattan, New York City, AS, 2 Agustus 2021. [REUTERS/Andrew Kelly]

    Bendera Rusia berkibar di luar Konsulat Jenderal Federasi Rusia di New York di Manhattan, New York City, AS, 2 Agustus 2021. [REUTERS/Andrew Kelly]

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat mengatakan 27 diplomat Rusia dan keluarga mereka yang diusir dari Amerika Serikat akan pulang pada 30 Januari.

    "Diplomat kami diusir...Sekelompok besar rekan saya, 27 orang dengan keluarga mereka, akan meninggalkan kami pada 30 Januari...Kami menghadapi kekurangan staf yang serius," kata Duta Besar Anatoly Antonov dalam sebuah wawancara pada kanal YouTube Soloviev yang disiarkan langsung pada Sabtu, dikutip dari Reuters, 29 Oktober 2021.

    Rusia sebelumnya mengatakan bahwa lebih dari 100 diplomatnya dengan keluarga telah dipaksa meninggalkan Amerika Serikat sejak 2016 ketika hubungan antara kedua negara memburuk.

    Pada 29 Oktober, hampir 200 diplomat Rusia masih dalam pekerjaan mereka di Amerika Serikat, termasuk staf perwakilan Rusia untuk PBB, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova.

    Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan bulan lalu bahwa staf perwakilan diplomatik AS di Rusia telah menyusut menjadi 120 dari 1.200 pada awal 2017 setelah serangkaian pengusiran dan pembatasan, dan sulit untuk melanjutkan apa pun selain kehadiran sementara di kedutaan.

    Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskow berhenti memproses visa non-diplomatik tahun ini dan menambahkan orang Rusia ke daftar "warga negara tunawisma" yang dapat mengajukan visa di negara ketiga.

    Baca juga: Kapal Perang Rusia Akan Datang ke Indonesia, Ikut Latihan Bersama ASEAN

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    PTM 100 persen DKI Tetap Berjalan Meski Didesak Banyak Pihak

    Pemprov Ibu Kota tetap menerapkan PTM 100 persen meski banyak pihak mendesak untuk menghentikan kebijakan itu. Sejumlah evaluasi diberikan pihak DKI.