Inggris Terbitkan Kebijakan Baru untuk Menangkal Penyebaran Varian Omicron

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Orang-orang berjalan di stasiun Waterloo, di tengah pandemi penyakit coronavirus (COVID-19), London, Inggris, 19 Juli 2021. [REUTERS/Peter Nicholls]

    Orang-orang berjalan di stasiun Waterloo, di tengah pandemi penyakit coronavirus (COVID-19), London, Inggris, 19 Juli 2021. [REUTERS/Peter Nicholls]

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris pada Sabtu, 27 November 2021, mengumumkan sejumlah kebijakan untuk memperlambat penyebaran wabah virus omicron atau varian baru Covid-19. Seorang pejabat tinggi di Inggris mengatakan ada kemungkinan vaksin virus corona kurang efektif melawan omicron. 

     
    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pelancong dari negara mana pun yang tiba di Inggris harus karantina mandiri hingga hasil tes PCR Covid-19 nya negatif. Warga Inggris pun diminta untuk menggunakan masker. 
     
     
    Orang-orang memakai masker saat berjalan dengan koper melalui pusat kota, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Manchester, Inggris, 21 Juni 2021. [REUTERS/Phil Noble]
     
    Adanya varian omicron juga telah membuat Perdana Menteri Johnson bertekad menyusun rencana pemberian suntikan dosis ketiga vaksin virus corona. 
     
    "Kita harus mengulur waktu agar ilmuwan bisa memahami dengan pasti apa yang sedang kita hadapi," kata Johnson. 

    Johnson mengatakan mereka yang melakukan close contact dengan orang yang ternyata hasil tesnya positif Covid-19 varian omicron, harus menjalani karantina mandiri selama 10 hari. Masker wajib digunakan saat warga hendak ke toko dan naik transportasi umum, namun kalau ke restoran dan pub, boleh tidak menggunakan masker. 

     

    Kepala tenaga kesehatan Inggris, Chris Whitty mengatakan ada kemungkinan varian baru Covid-19 omicron bisa lebih mudah ditangani dengan vaksin virus corona. Sedangkan Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengkonfirmasi pada Sabtu, 27 November 2021, bahwa ada satu kasus varian omicron yang terdeteksi di Inggris. 

    Mereka adalah dua warga Inggris yang saling kenal dan melakukan perjalanan ke Afrika bagian selatan. Anggota keluarga dari dua pasien itu sudah diminta untuk melakukan tes ulang virus corona dan karantina mandiri. Saat yang sama, otoritas Inggris pun melakukan pelacakan close contact dengan pasien yang positif kena varian omicron tersebut.

    Inggris rencananya akan menambahkan Malawi, Mozambik, Zambia dan Angola dalam daftar zona merah negara itu per Minggu, 28 November 2021. Sebelumnya Inggris telah memasukkan Botswana, Eswatini, Lesotho, Namibia, Afrika Selatan dan Zimbabwe dalam daftar zona merah Inggris.

    Sumber : reuters
     
     
     
     
     
     
    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?