Tambang Batu Bara di Siberia Meledak, Korban Tewas Bertambah Jadi 52 Orang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang pria menangis pada monumen untuk penambang yang tewas di tambang Raspadskaya, yang terkena ledakan, di kota Mezhdurechensk wilayah Kemerovo Siberia Barat, Rusia, Senin (10/5). Dua ledakan merobek tambang batubara bawah tanah terbesar di Rusia tersebut, korban tewas terus meningkat dan operasi penyelamatan masih dilakukan, sekitar 60 orang masih terjebak di bawah tanah. AP Photo

    Seorang pria menangis pada monumen untuk penambang yang tewas di tambang Raspadskaya, yang terkena ledakan, di kota Mezhdurechensk wilayah Kemerovo Siberia Barat, Rusia, Senin (10/5). Dua ledakan merobek tambang batubara bawah tanah terbesar di Rusia tersebut, korban tewas terus meningkat dan operasi penyelamatan masih dilakukan, sekitar 60 orang masih terjebak di bawah tanah. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 52 korban tewas dan puluhan lainnya masih hilang dalam ledakan tambang batu bara Rusia di Siberia. Korban berasal dari penambang maupun tim penyelamat.

    Kantor berita Rusia Tass melaporkan para penambang tewas ketika debu batu bara terbakar. Asapi pun dengan cepat memenuhi tambang Listvyazhnaya melalui sistem ventilasi. Menurut kantor berita Ria Novosti, dari 52 korban tewas, enam di antaranya adalah tim penyelamat.

    Tambang batu bara yang terletak di dekat kota Belovo di wilayah Kemerovo, dipenuhi asap pada Kamis dini hari. Sebanyak 285 orang berada di dalam tambang.

    Sebelumnya, Gubernur Kemerovo Sergei Tsivilev mengatakan di Telegram bahwa banyak pegawai tambang yang berhasil dievakuasi. Namun ada 35 orang yang masih terjebak. Dalam pesan Telegram lainnya, Tsivilev mengatakan 49 orang terluka dan sedang mencari bantuan medis.

    “Kemungkinan ledakan sangat besar, kami memutuskan menangguhkan operasi pencarian dan penyelamatan sampai konsentrasi gas berkurang," kata Tsivilev.

    Presiden Vladimir Putin menyatakan belasungkawa kepada keluarga para penambang yang tewas. Ia menyebut kejadian ini sebagai tragedi besar.

    “Saya telah berbicara beberapa kali dengan Gubernur Wilayah Kemerovo (Sergei Tsivilev) dan kepala layanan penyelamatan,” katanya dalam pertemuan dengan timpalan Serbia Aleksandar Vucic di resor Laut Hitam Rusia di Sochi.

    “Mereka melakukan segalanya tetapi sayang situasi tidak membaik. Kami berharap sebanyak mungkin nyawa terselamatkan,” ujarnya.

    Kemerovo adalah wilayah penghasil batu bara yang terletak sekitar 3.500 kilometer di timur Moskow. Tambang Listvyazhnaya adalah bagian dari SDS-Holding, yang dimiliki oleh Siberian Business Union milik swasta.

    Ledakan tambang pernah terjadi beberapa kali sebelumnya. Pada 2016, 36 penambang tewas dalam serangkaian ledakan metana di tambang batu bara Severnaya di ujung utara Rusia.

    Setelah insiden itu, pihak berwenang menganalisis keamanan 58 tambang batu bara di negara tersebut. Sebanyak 20 tambang di antaranya berpotensi tidak aman.

    Insiden lain terjadi di 2010. Sebanyak 91 orang tewas dan 100 terluka di tambang Raspadskaya di Siberia.

    Baca: Tambang Batu Bara Rusia Meledak, Enam Tewas Puluhan Orang Hilang

    AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.