Tambang Batu Bara Rusia Meledak, Enam Tewas Puluhan Orang Hilang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pekerja meminum minumannya sebelum memecah batu bara di pertambangan yang berada di bawah 3.600 kaki di Scheglovka Glubokaya, Makeevka, Ukraina, 3 Maret 2015. Ditengah konflik Rusia dan separatis Pro-Rusia, tambang berusia 50 tahun ini tetap berlangsung. Andrew Burton/Getty Images

    Pekerja meminum minumannya sebelum memecah batu bara di pertambangan yang berada di bawah 3.600 kaki di Scheglovka Glubokaya, Makeevka, Ukraina, 3 Maret 2015. Ditengah konflik Rusia dan separatis Pro-Rusia, tambang berusia 50 tahun ini tetap berlangsung. Andrew Burton/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar enam korban tewas dan puluhan lainnya hilang akibat tambang batu bara Rusia di Siberia meledak pada Kamis, 25 November 2021. Menurut Gubernur Sergei Tsivilev, sekitar 285 orang berada di dalam tambang bawah tanah di Listvyazhnaya, di wilayah Kemerovo dekat kota Belovo, ketika kecelakaan terjadi.

    Tidak ada pernyataan resmi tentang penyebab kecelakaan. Ledakan serupa pernah terjadi pada 2004 akibat ledakan gas metana dan menewaskan 13 orang.

    Tsivilev mengatakan sedikitnya enam orang tewas dalam kecelakaan hari ini. Sebanyak 49 orang lainnya masih terjebak di bawah tanah. "Tidak ada komunikasi dengan mereka," katanya.

    Kementerian darurat mengatakan pekerja lain yang masih berada di bawah tambang telah dievakuasi ke permukaan. Sebanyak 45 orang terluka.

    Penyelidik setempat mengatakan bahwa asap menyebar ke seluruh tambang sekitar pukul 08.35 waktu setempat (0135 GMT) pada Kamis. Berdasarkan informasi awal, pekerja menderita keracunan asap.

    Televisi pemerintah Rusia menunjukkan gambar penyelamatan di tambang batu bara. Penyelidik bekerja di tempat kejadian di tengah hujan salju.

    Tambang Liztvyazhnaya didirikan pada 1956 dan dimiliki oleh perusahaan SDS-Ugol yang berbasis di kota Kemerovo. Selain ledakan tahun 2004, ledakan lain di tambang menewaskan lima orang pada 1981, menurut media Rusia.

    Kecelakaan pertambangan cukup umum di Rusia dan di seluruh bekas Uni Soviet akibat buruknya standar keselamatan, kurangnya pengawasan terhadap kondisi kerja serta peralatan era Soviet yang sudah tua.

    Salah satu contoh terburuk baru-baru ini adalah pecahnya bendungan ilegal pada Oktober 2019 di sebuah tambang emas di Siberia. Kecelakaan ini menewaskan 17 orang.

    Baca: Covid-19, Jumlah Kematian di Rusia Tembus Angka di Amerika

    FRANCE 24 | REUTERS | MIRROR

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.