Taliban Janjikan Murid dan Guru Perempuan Segera Bisa Kembali ke Sekolah

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Guru Mahajera Armani bersama dengan murid perempuannya berpose bersama saat belajar di ruangan terbuka yang diadakan oleh Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Jalalabad, Afghanistan, 19 September 2015. Malala Yousafzai, mendesak para pimpinan dunia yang melakukan pertemuan di PBB untuk membantu pendidikan di negara-negara miskin. REUTERS/Parwiz

    Guru Mahajera Armani bersama dengan murid perempuannya berpose bersama saat belajar di ruangan terbuka yang diadakan oleh Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) di Jalalabad, Afghanistan, 19 September 2015. Malala Yousafzai, mendesak para pimpinan dunia yang melakukan pertemuan di PBB untuk membantu pendidikan di negara-negara miskin. REUTERS/Parwiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Taliban berjanji akan mengumumkan kerangka kerja yang memungkinkan anak perempuan untuk bersekolah di Afghanistan dalam waktu dekat ini.

    Pernyataan itu disampaikan Menteri Pendidikan Taliban kepada Unicef atau Dana Anak PBB, Jumat, 15 Oktober 2021. 

    "Menteri pendidikan de facto mengatakan kepada kami bahwa mereka sedang membuat kerangka kerja, yang memungkinkan semua anak perempuan pergi ke sekolah menengah, dan kami berharap itu segera terjadi," kata wakil direktur eksekutif UNICEF Omar kata Abdi di New York, seperti dikutip AFP.

    Taliban sudah membuka sekolah untuk anak usia sekolah dasar. Untuk sekolah menengah, baru murid laki-laki yang bisa sekolah. Sedangkan anak perempuan belum diizinkan dengan alasan masalah keamanan.

    Perihal sekolah menengah akan dibuka kembali untuk murid perempuan, juga diungkapan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Taliban, Qari Saeed Khosty.

    “Dari pemahaman dan informasi saya, dalam waktu yang sangat singkat semua universitas dan sekolah akan dibuka kembali dan semua anak perempuan dan perempuan akan kembali ke sekolah dan pekerjaan mengajar mereka,” katanya kepada Al Jazeera, Minggu, 17 Oktober 2021.

    Setelah pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban, gadis-gadis remaja disuruh tinggal di rumah sampai “lingkungan belajar yang aman” dapat dibangun. Tetapi anak laki-laki di semua kelas dan anak perempuan usia sekolah dasar disuruh kembali ke sekolah.

    Pengecualian ini menimbulkan kekhawatiran Taliban akan kembali ke aturan garis keras mereka pada 1990-an, ketika perempuan dan anak perempuan Afghanistan secara hukum dilarang mengenyam pendidikan dan bekerja.

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?