Kisah Mafia Terlaris The Godfather Lahir dari Serdadu AS Mario Puzo

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Mario Puzo. wikipedia.org

    Mario Puzo. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekuel film The Godfather menjadi salah satu film terbaik era 1970-an hingga saat ini. Film ini dibintangi beberapa aktor ternama, seperti Al Pacino, Marlon Brando, Robert De Niro, hingga Diane Keaton. Film The Godfather diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Mario Puzo.

    Sang penulis, Mario Puzo terlahir dengan nama Mario Gianluigi Puzo. Ia lahir pada 15 Okrober 1920 di New York, Amerika Serikat. Mario memiliki darah Italia dari orang tuanya. Ketika umur 12 tahun Mario harus ditinggal ayahnya yang bekerja sebagai trackman karena menderita gangguan jiwa. Mario dibesarkan ibunya, Maria bersama 6 saudara Mario lainnya.

    Ketika Mario beranjak remaja, ibunya menginginkan ia menjadi seorang pegawai kereta api, namun Mario tertarik menghabiskan waktu di perpustakaan dan membaca karya sastra. Ketika lulus dari Commerce High School dan bekerja sebagai petugas rel kereta api untuk menghidupi keluarganya. Tidak lama setelah itu dia ditempatkan di Jerman dan India Timur selama Perang Dunia II saat bertugas di Angkatan Udara AS.

    Mario juga pernah menjabat sebagai humas sipil untuk Angkatan Udara AS di Jerman setelah perang. Sekembalinya ke Amerika Serikat, Mario melanjutkan studinya dengan mengambil kelas sastra dan penulisan kreatif di New School for Social Research dan Columbia University.

    Setelah pulang dari tugas militernya, Mario memutuskan untuk menjadi seorang penulis. Hal tersebut ia putuskan ketika usianya menginjak 28 tahun. Berdasarkan famousathors.org, karya Mario Puzo, The Last Christmast berhasil diterbitkan oleh The American Vanguard pada 1950. Sedangkan novel pertamanya, The Dark Arena rilis pada 1955.

    Meskipun buku itu disambut secara kritis dengan ulasan yang sangat baik, buku itu tidak terbukti banyak membantu krisis keuangan Mario. Sepuluh tahun kemudian, buku keduanya, The Fortunate Pilgrim diterbitkan dan memiliki feedback yang sama seperti buku sebelumnya.

    Walaupun 2 buku awalnya tidak memberikan dampak secara finansial yang baik bagi Mario, ia tidak patah arang dan tetap melanjutkan menulis buku-buku lainnya. Usahanya tersebut akhirnya melahirkan novel terlaris. Hal ini dikarenakan terbitnya buku The Godfather pada 1969. Berdasarkan The New York Times, buku ini merupakan buku terlaris selama enam puluh tujuh minggu menjadikan Mario sebagai salah satu penulis terhebat di dunia.

    Keberhasilan itu membuka jalan bagi dua sekuel film, The Godfather II dan The Godfather III. Kisah ini diadaptasi ke layar oleh sutradara, Francis Ford Coppola yang membuat The Godfather menjadi film yang fenomenal di seluruh dunia.

    GERIN RIO PRANATA 

    Baca: Kata Puzo, Orang Bodoh Akan Mati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.