Drone Cina Pesaing XQ-58A AS, Secanggih Jet Tempur tapi Lebih Hemat Biaya

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sebuah model drone pengintai dan serang FH-97 Feihong ditampilkan di China International Aviation and Aerospace Exhibition, atau Airshow China, di Zhuhai, provinsi Guangdong, China 29 September 2021. REUTERS/Aly Song

    Sebuah model drone pengintai dan serang FH-97 Feihong ditampilkan di China International Aviation and Aerospace Exhibition, atau Airshow China, di Zhuhai, provinsi Guangdong, China 29 September 2021. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina mengungkapkan drone, yang serupa dengan XQ-58A Valkyrie buatan Kratos AS dalam pameran dirgantara di Zhuhai, Rabu, 29 September 2021. Sejumlah negara maju sedang berlomba mengembangkan drone "loyal wingman" untuk menghemat jet tempur berawak yang lebih mahal.

    Drone jarak jauh FH-97 Cina itu dapat membawa berbagai jenis senjata dan memiliki kemampuan serangan konvensional dan peperangan elektronik, kata Wu Wei, perwakilan Feihong China Aerospace Science Technology Corp (CASTC), yang memproduksi drone canggih itu.

    Dia tidak memberikan secara spesifik dalam presentasinya di Airshow China di Zhuhai.

    Angkatan Udara AS melakukan pengujian drone XQ-58A Valkyrie dengan meluncurkan drone pengintai kecilnya sendiri, yang dapat berfungsi ganda sebagai kamikaze. Uji coba ini guna menggunakan drone, tidak hanya sebagai persenjataan dan penjaga terbang, tetapi juga sebagai peluncur drone. Air Force Research Lab

    Amerika Serikat, Inggris, Australia, India, dan Rusia termasuk di antara negara-negara yang mengembangkan drone “loyal wingman”, yang lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada pesawat tempur berawak.

    CASTC tidak memberikan rincian teknis dari konsep FH-97, atau mengatakan apakah itu direncanakan untuk ekspor, meskipun banyak pengamat asing menyaksikan presentasi tersebut.

    Penampilan FH-97 hampir identik dengan Kratos XQ-58A, yang melakukan penerbangan pertamanya pada 2019. XQ-58A memiliki kecepatan maksimum Mach 0,85 dan jangkauan sekitar 2.200 mil laut.

    Zhang Zhongyang, wakil presiden CATC mengatakan rencananya adalah untuk mengubah Feihong menjadi "merek kelas atas internasional ... dan menjadi pemain utama di panggung tengah arena dunia."

    Cina telah mengekspor drone militer ke negara-negara termasuk Uni Emirat Arab, Pakistan dan Serbia.

    “Pelanggan utama tentu saja PLA (Tentara Pembebasan Rakyat Cina), tetapi dalam beberapa tahun terakhir Cina juga secara agresif memasarkan sistem ini untuk ekspor,” kata Collin Koh, seorang peneliti pertahanan di Rajaratnam School of International Studies di Singapura, seperti dikutip Reuters.

    Berikutnya Drone Siluman GJ-11


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.