Katedral Notre Dame di Paris Ditargetkan Buka Kembali 2024

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan menunjukkan lokasi rekonstruksi atap Katedral Notre Dame de Paris, yang rusak akibat kebakaran hebat dua tahun lalu, saat pekerjaan restorasi berlanjut, di Paris, Prancis, 15 April 2021. [REUTERS/Benoit Tessier/Pool /File Foto]

    Pemandangan menunjukkan lokasi rekonstruksi atap Katedral Notre Dame de Paris, yang rusak akibat kebakaran hebat dua tahun lalu, saat pekerjaan restorasi berlanjut, di Paris, Prancis, 15 April 2021. [REUTERS/Benoit Tessier/Pool /File Foto]

    TEMPO.CO, Jakarta - Gereja Katedral Notre Dame di Paris akan segera dibuka kembali. Dikutip dari CNN, badan pengelola Friends of Notre Dame de Paris menyatakan bahwa jika proses perbaikan berjalan sesuai rencana, maka gedung katedral tersebut bisa dibuka kembali pada 2024 atau lima tahun setelah bencana kebakaran yang menimpanya.

    Sejauh ini, menurut Friends of Notre Dame de Paris, proses perbaikan berjalan sesuai rencana. Fase keamanan sudah dirampungkan mulai dari melindungi patung-patung, memperkuat tiang-tiang penopang, serta menyingkirkan bagian-bagian yang rapuh akibat terbakar.

    "Kami bisa mengatakan bahwa katedral sekarang sudah aman, pilar dan dinding-dindingnya sudah solid," ujar Jenderal Jean-Louis Georgelin, Presiden dari Friends of Notre Dame de Paris yang bertanggung jawab atas restorasi Katedral Notre Dame, dikutip dari CNN, Ahad, 19 September 2021.

    Fokus ke depan, kata Georgelin, adalah memperbaiki atau membangun kembali bagian-bagian yang terbakar. Jika target 2024 tercapai, Georgelin menyebutnya sebagai kemenangan untuk Prancis karena memenuhi janjinya, menyelesaikan perbaikan Notre Dame dalam lima tahun sejak kebakaran pada 2019.

    "Rekonstruksi akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan," ujar Georgelin menambahkan.

    Sebagai catatan, upaya perbaikan gereja Katedral Notre Dame sempat terhenti tahun lalu akibat pandemi COVID-19. Perbaikan baru dimulai lagi pada Juni 2020 setelah proses dekontaminasi dilakukan di area sekitar katedral.

    Proses perbaikan itu sendiri sempat menimbulkan perdebatan soal bagaimana proses itu akan dilakukan. Mantan PM Prancis Edouard Philippe menyarankan pendekatan modern serta kompetisi untuk mendesain ulang puncak menara katedral Notre Dame. Tidak semua setuju dengan pendekatan itu, menginginkan katedral diperbaiki secara tradisional.

    Presiden Prancis Emmanuel Macron, pada akhirnya, yang menentukan bagaimana Katedral Notre Dame akan diperbaiki. Pada 2020, ia memastikan katedral akan diperbaiki dengan pendekatan tradisional untuk mempertahankan karakteristik aslinya. Ia pun berjanji tidak akan ada yang berubah dari Katedral Notre Dame karena bangunan itu merupakan kebanggaan Prancis.

    Baca juga: Lockdown Mulai Diangkat, Perbaikan Katedral Notre-Dame Lanjut

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.