Pertama Kali Rusia Kerahkan Robot Tempur dalam Latihan Militer Zapad 2021

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rusia akan membangun produksi serial tank T-14 'Armata' terbaru Rusia yang akan dimulai tahun 2022. Melansir TASS, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov, mengatakan

    Rusia akan membangun produksi serial tank T-14 'Armata' terbaru Rusia yang akan dimulai tahun 2022. Melansir TASS, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov, mengatakan "Uji coba negara (tank) akan berakhir tahun depan, akan secara aktif masuk ke produksi serial mulai tahun depan." Sputniknews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusia menggunakan robot tempur baru dan kendaraan taktis modern pada hari kedua latihan militer bersama dengan Belarusia, kata Kementerian Pertahanan Rusia pada Sabtu.

    Latihan perang Zapad 2021, yang akan berlangsung hingga Kamis depan di sisi barat Rusia dan Belarusia termasuk situs-situs yang dekat dengan perbatasan Uni Eropa, telah membuat khawatir Ukraina dan beberapa negara NATO.

    Menurut laporan Reuters, 12 September 2021, pasukan Rusia menggunakan robot tempur Platform-M, yang dikendalikan dari jarak jauh dan dipersenjatai dengan peluncur granat dan senapan mesin, kata kementerian. Kantor berita Rusia mengatakan itu adalah pertama kalinya robot tempur digunakan.

    Pada Agustus Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan Rusia memiliki puluhan robot tempur dan senjata mereka bisa beroperasi melampaui 5 kilometer, TASS melaporkan.

    Kendaraan taktis Sarmat-2 baru juga telah digunakan, kata media Rusia.

    Kendaraan tempur darat tak berawak multiguna atau robot tank Uran-9 diluncurkan oleh produsen peralatan militer Rusia JSC 766 UPTK. Rusia pun mengumumkan Uran-9 siap memperkuat militernya. wikipedia

    Presiden Vladimir Putin membantah latihan militer bersama itu ditujukan terhadap kekuatan asing dan mengatakan latihan itu masuk akal mengingat peningkatan aktivitas NATO di dekat perbatasan Rusia dan sekutunya.

    Tetangga Rusia dan Belarusia seperti Ukraina dan anggota NATO Polandia dan Lithuania, mengatakan latihan besar seperti itu begitu dekat dengan perbatasan berisiko menjadi provokatif.

    "Kita perlu menyadari bahwa ini (serangan militer Rusia di Estonia) mungkin memang terjadi di tahun-tahun mendatang," kata Martin Herem, komandan Pasukan Pertahanan Estonia, pada Jumat.

    "Tujuan Rusia sepertinya bukan untuk menduduki kita - ia tidak ingin mendapatkan kendali melalui pendudukan, tetapi menikmati ketidakstabilan dan pengaruh melalui ketidakstabilan," katanya seperti dikutip BNS.

    Zapad diadakan setiap empat tahun, tetapi latihan tahun ini telah dilihat sebagai sinyal khusus dari dukungan Rusia untuk Belarus dan pemimpinnya Alexander Lukashenko, yang telah dikucilkan oleh Barat karena menindas oposisi.

    Rusia melihat Belarusia sebagai penyangga penting yang strategis di baratnya, dan membantu menjaga Alexander Lukashenko tetap berkuasa dengan pinjaman finansial dan dukungan politik ketika ia menghancurkan demonstrasi oposisi tahun lalu.

    Baca juga: Volodymyr Zelensky Sebut Ada Potensi Perang Antara Ukraina dan Rusia

    REUTERS | TASS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.