Kelompok Bersenjata di Tigray Ethiopia Diduga Membunuh 120 Warga Sipil

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi Ethiopia yang melarikan diri dari wilayah Tigray, mengantre untuk menerima bantuan makanan di dalam kamp Um-Rakoba di negara bagian Al-Qadarif, di perbatasan, di Sudan 11 Desember 2020. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

    Pengungsi Ethiopia yang melarikan diri dari wilayah Tigray, mengantre untuk menerima bantuan makanan di dalam kamp Um-Rakoba di negara bagian Al-Qadarif, di perbatasan, di Sudan 11 Desember 2020. REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok pemberontak bersenjata di Tigray, Ethiopia, diduga telah membunuh 120 warga sipil di wilayah itu dalam waktu dua hari.

    Sewnet Wubalem, administrator lokal di Dabat dan Chalachew Dagnew, Juru bicara wilayah kota Gondar, mengkonfirmasi pembunuhan itu terjadi di desa Dabat pada 1 dan 2 September 2021.

    “Sejauh ini kami telah menemukan 120 jenazah. Mereka semua adalah petani yang tidak berdosa, namun kami menduga jumlah yang sesungguhnya lebih besar. Masih banyak korban hilang,” kata Sewnet kepada Reuters lewat sambungan telepon.

    Sedangkan Chalachew mengatakan pihaknya sudah mengunjungi area penguburan di desa Dabat. Diantara korban tewas adalah perempuan, lansia dan anak-anak.

    Seorang wanita menggendong bayi saat dia mengantre untuk mendapatkan makanan, di sekolah dasar Tsehaye, yang diubah menjadi tempat penampungan sementara bagi orang-orang yang terlantar akibat konflik, di kota Shire, wilayah Tigray, Ethiopia, 15 Maret 2021. REUTERS/Baz Ratner/File Photo

    Kelompok Bersenjata Tigray menerbitkan surat pernyataan yang menolak tuduhan adanya pembunuhan itu dan menyebutnya sebagai tuduhan yang dibuat-buat oleh pemerintah daerah Amhara. Mereka pun menegaskan tidak terlibat pada pembunuhan warga sipil.

    Jika laporan dugaan pembunuhan itu benar terjadi, maka ini menjadi pembunuhan dalam jumlah terbesar terhadap warga sipil oleh kelompok bersenjata sejak mereka merebut wilayah Amhara. Puluhan ribu orang melarikan diri dari tempat tinggal mereka di Amhara menyusul militan bersenjata yang semakin merangsek di sana.    

    Baca juga: 100 Ribu Anak-anak di Tigray Ethiopia Terancam Gizi Buruk

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.