PM Baru Malaysia Pilih Indonesia untuk Kunjungan Keluar Negeri Pertamanya

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri baru Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengambil sumpah jabatan saat pelantikannya di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Agustus 2021. Ismail Sabri Yaakob mengambil sumpah jabatan di depan raja dan pemimpin koalisi lainnya, termasuk mantan perdana menteri Najib Razak. Malaysia Information Department/Khirul Nizam Zanil/Handout via REUTERS

    Perdana Menteri baru Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengambil sumpah jabatan saat pelantikannya di Istana Nasional di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 Agustus 2021. Ismail Sabri Yaakob mengambil sumpah jabatan di depan raja dan pemimpin koalisi lainnya, termasuk mantan perdana menteri Najib Razak. Malaysia Information Department/Khirul Nizam Zanil/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -  Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob, memilih Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi sejak ia dilantik 21 Agustus 2021.

    "Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah menyampaikan rencana kunjungan perdana menteri ke Indonesia. Hanya waktunya yang sedang dicari karena parlemen akan sidang lagi 13 September," kata Duta Besar RI di Kuala Lumpur Hermono pada acara donor darah untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-76 di KBRI Kuala Lumpur, Rabu, 8 September 2021.

    Sebelumnya, Hermono mengunjungi Menlu Saifuddin di Wisma Putra pada Selasa. Hermono mengatakan PM Ismail Sabri Yaakob ingin menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjunginya.

    "Ini juga menunjukkan betapa pentingnya hubungan Malaysia dan Indonesia karena selalu Indonesia adalah negara pertama yang dikunjungi oleh Perdana Menteri Malaysia," katanya.

    Saat bertemu dengan Menlu Malaysia, kata Hermono, dia menyampaikan komitmen kedua negara untuk terus bekerja sama tidak hanya dalam masalah bilateral tetapi juga masalah-masalah di kawasan seperti konflik di Myanmar, Afghanistan dan Palestina.

    "Indonesia dan Malaysia selama ini menjadi jangkar dalam penyelesaian masalah-masalah di kawasan," kata Hermono. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.