Qatar dan Turki Berupaya Perbaiki Bandara Kabul untuk Penerbangan Sipil

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Taliban berjaga di dekat pesawat yang tiba dari Kandahar di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 5 September 2021. REUTERS/Stringer

    Pasukan Taliban berjaga di dekat pesawat yang tiba dari Kandahar di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 5 September 2021. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Qatar dan Turki sedang bekerja untuk memulihkan penerbangan sipil di bandara Kabul, tetapi belum sepakat dengan Taliban bagaimana menjalankan bandara, kata menteri luar negeri mereka pada Selasa.

    Kedua negara memiliki tim teknis di bandara dan Qatar menerbangan pesawat carter untuk bantuan kemanusiaan setiap hari menyusul penarikan pasukan AS seminggu yang lalu, kata Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

    "Kami berharap dalam beberapa hari ke depan kami dapat mencapai tingkat di mana bandara beroperasi untuk penumpang dan juga untuk bantuan kemanusiaan," kata Sheikh Mohammed pada konferensi pers bersama di Doha dengan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken, Reuters melaporkan, 7 September 2021.

    Kerusakan pada landasan pacu, menara dan terminal bandara, perlu diperbaiki sebelum penerbangan sipil dapat dilanjutkan, kata Turki.

    Karena kerusakan tersebut, pilot yang terbang masuk dan keluar bandara beroperasi dalam mode darurat, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada hari Selasa.

    Pemandangan gerbang masuk Bandara Internasional Hamid Karzai yang telah ditutup untuk perawatan pesawat di Kabul, Afghanistan, 4 September 2021. [WANA (West Asia News Agency) via REUTERS]

    Cavusoglu mengatakan kepada televisi NTV, Turki dan Qatar bekerja untuk memastikan bahwa penerbangan kemanusiaan dan komersial dapat beroperasi. "Untuk kedua hal tersebut, kriteria yang paling penting adalah keamanan," ujarnya.

    Turki mengatakan ingin memberikan keamanan di dalam bandara Kabul untuk melindungi setiap tim Turki yang ditempatkan di sana dan menjaga operasi, tetapi Taliban bersikeras tidak boleh ada pasukan asing yang hadir.

    Cavusoglu menyarankan tugas itu dapat diberikan kepada perusahaan keamanan swasta. "Di masa depan, jika semuanya kembali ke jalurnya di Afghanistan dan kekhawatiran keamanan dicabut, pasukan Afghanistan dapat melakukan ini."

    "Tapi saat ini, tidak ada yang yakin. Tidak ada kepercayaan diri," katanya.

    Cavusoglu mengatakan "pra-delegasi" dari 19 teknisi Turki sedang bekerja di bandara Kabul dengan tim Qatar.

    Baca juga: Taliban Lepas Tembakan ke Udara Bubarkan Pengunjuk Rasa di Bandara Kabul

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.