TEMPO.CO, Jakarta - Selandia Baru berencana mengizinkan turis yang sudah divaksinasi untuk masuk ke negara ini mulai awal tahun depan. Kebijakan itu hanya berlaku untuk turis dari negara-negara berisiko rendah.
Selama hampir 18 bulan, Selandia Baru memperketat perbatasan akibat pandemi Covid-19. Kontrol perbatasan yang ketat dan keunggulan geografis membuat kasus Covid-19 di negara ini jauh lebih rendah dibandingkan negara lainnya.
Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan pada Kamis, 12 Agustus 2021, negara itu belum siap untuk membuka diri sepenuhnya. Pembukaan akan dilakukan bertahap mulai awal tahun depan.
"Kami belum dalam posisi untuk membuka kembali sepenuhnya," kata Jacinda Ardern, pemimpin berusia 41 tahun itu.
Jacinda Ardern mengatakan pemerintah akan membuka perjalanan bebas karantina untuk pelancong yang divaksinasi dari negara-negara berisiko rendah mulai kuartal pertama tahun depan. Mereka yang bepergian dari negara-negara berisiko sedang akan diisolasi atau dikarantina di hotel kurang dari 14 hari.
Turis yang berasal dari negara berisiko tinggi atau tidak divaksinasi harus menghabiskan 14 hari di karantina. Turis yang sudah divaksinasi akan dapat berpartisipasi dalam uji coba mulai Oktober hingga Desember tahun ini.
Jacinda Ardern disebut berhasil menahan menahan transmisi lokal Covid-19 melalui strategi eliminasi yang ketat. Negara ini hanya mencatat 2.500 kasus dan 26 kematian.
Baca: Indonesia Masuk Kategori Negara Paling Berisiko versi Selandia Baru
REUTERS