Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ismail Haniyeh Terpilih Jadi Pemimpin Hamas, Siapa Dia?

Reporter

image-gnews
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh saat memberikan pidato di Kota Gaza 23 Januari 2018. [REUTERS / Mohammed Salem]
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh saat memberikan pidato di Kota Gaza 23 Januari 2018. [REUTERS / Mohammed Salem]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ismail Haniyeh telah terpilih lagi menjadi pemimpin kelompok Islam Palestina Hamas. Terpilihnya Haniyeh akan memperkuat kendali atas Hamas yang menguasai Jalur Gaza dan konflik kekerasan dengan Israel.

Ismail Haniyeh sudah menjadi pemimpin Hamas sejak 2017. Ia mengendalikan kegiatan politik kelompok itu di Gaza, Tepi Barat yang diduduki Israel. Selama dua tahun terakhir, Haniyeh juga kerap berada di Turki dan Qatar.

Dia pula yang mengarahkan konflik 11 hari antara Hamas dan Israel pada Mei lalu. Konflik bersenjata itu menewaskan lebih dari 250 orang di Gaza dan 13 orang di Israel.
Konflik berakhir setelah gencatan senjata yang dimediasi Mesir.

"Saudara Ismail Haniyeh terpilih kembali sebagai kepala Hamas untuk kedua kalinya," kata seorang pejabat Palestina kepada Reuters. Masa jabatannya berlangsung selama empat tahun.

Haniyeh yang kini berusia 58 tahun adalah tangan kanan pendiri Hamas Sheikh Ahmed Yassin di Gaza. Namun ulama berkursi roda itu dibunuh pada 2004.

Ismail Haniyeh memimpin masuknya Hamas ke dalam politik pada 2006. Saat itu secara mengejutkan mereka menjadi pemenang dalam pemilihan parlemen Palestina, mengalahkan partai Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Setelah Hamas menang di Parlemen, Ismail Haniyeh menjadi perdana menteri. Namun Hamas yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Israel dan Uni Eropa, dijauhi oleh masyarakat internasional.

Setelah perang saudara singkat, Hamas merebut Gaza dari Otoritas Palestina yang didominasi Fatah. Hamas memiliki pemerintahan sendiri di Tepi Barat yang diduduki Israel pada tahun 2007. Sejak itu Israel telah memblokade Gaza.

Baca: Eks Kepala Dewan HAM PBB Akan Selidiki Kejahatan Perang Israel dan Hamas

REUTERS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Arab Saudi dan Kuwait Menyambut Baik Pengakuan Armenia terhadap Negara Palestina

4 jam lalu

Warga Palestina berkumpul untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal, saat mereka berjuang dengan kelangkaan pangan, kebutuhan dasar di tengah konflik antara Israel dan Hamas yang terus berlanjut, di kamp pengungsi Jabalia, di Jalur Gaza utara, 19 Juni 2024. REUTERS/Mahmoud Issa
Arab Saudi dan Kuwait Menyambut Baik Pengakuan Armenia terhadap Negara Palestina

Arab Saudi dan Kuwait menyambut baik pengakuan Armenia terhadap negara Palestina sebagai solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.


Sempat Mandek, Qatar Lanjutkan Upaya Mediasi Gencatan Senjata Hamas dan Israel

7 jam lalu

Perdana Menteri Qatar dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Bin Jassim Al Thani berbicara saat konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, di Doha, Qatar 25 Oktober 2023. REUTERS/Imad Creidi
Sempat Mandek, Qatar Lanjutkan Upaya Mediasi Gencatan Senjata Hamas dan Israel

Perdana Menteri Qatar mengatakan upaya negosiasi gencatan senjata antara Hamas dan Israel berlanjut tanpa gangguan selama beberapa hari terakhir.


Indonesia Sambut Baik Pengakuan Armenia terhadap Negara Palestina

9 jam lalu

Seorang pria mengibarkan bendera Palestina ketika orang-orang melakukan protes pada hari sidang publik yang diadakan oleh Mahkamah Internasional (ICJ) untuk memungkinkan para pihak memberikan pandangan mereka mengenai konsekuensi hukum pendudukan Israel di wilayah Palestina sebelum akhirnya mengeluarkan keputusan yang tidak mengikat. pendapat hukum, di Den Haag, Belanda, 21 Februari 2024. REUTERS/Piroschka van de Wouw
Indonesia Sambut Baik Pengakuan Armenia terhadap Negara Palestina

Armenia mengakui Negara Palestina pada 21 Juni 2024, menyusul Slovenia, Spanyol, Irlandia dan Norwegia.


Serangan Hizbullah Dapat Membuat Israel Tidak Dapat Dihuni dalam 72 Jam

12 jam lalu

Sayyed Hassan Nasrallah, pemimpin Hezbollah. timesofisrael.com
Serangan Hizbullah Dapat Membuat Israel Tidak Dapat Dihuni dalam 72 Jam

Shaul Goldstein, CEO NOGA Israel, mengakui bahwa serangan Hizbullah dapat membuat Israel "tidak dapat dihuni dalam 72 jam".


Sekjen PBB Peringatkan agar Lebanon Tidak Menjadi seperti Gaza

13 jam lalu

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. REUTERS/Denis Balibouse
Sekjen PBB Peringatkan agar Lebanon Tidak Menjadi seperti Gaza

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan dunia tidak mampu membiarkan Lebanon menjadi seperti Gaza.


Armenia Resmi Akui Negara Palestina, Israel Marah Besar

14 jam lalu

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan berpidato di depan parlemen di Yerevan, Armenia, 13 September 2022. Tigran Mehrabyan/PAN Foto via REUTERS
Armenia Resmi Akui Negara Palestina, Israel Marah Besar

Pemerintah Armenia menyatakan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina. Kementerian Luar Negeri Israel lekas memanggil dan menegur duta besarnya di Tel Aviv.


Serangan Israel Tewaskan 45 Warga Palestina di Gaza dalam Sehari

16 jam lalu

Sebuah tank Israel bermanuver di Jalur Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, seperti yang terlihat dari Israel, 17 Juni 2024. Reuters
Serangan Israel Tewaskan 45 Warga Palestina di Gaza dalam Sehari

Korban tewas terbesar terjadi di daerah al-Mawasi, dekat Rafah di Gaza selatan, di mana serangan tank Israel di sebuah kamp tenda menewaskan 25 orang


Cara Kolombia Hentikan Genosida Netanyahu di Gaza: Stop Ekspor Batu Bara ke Israel

20 jam lalu

Presiden Kolombia, Gustavo Petro. REUTERS/Vannessa Jimenez
Cara Kolombia Hentikan Genosida Netanyahu di Gaza: Stop Ekspor Batu Bara ke Israel

Presiden Kolombia Gustavo Petro membalas genosida Netanyahu terhadap bangsa Palestina di Gaza dengan menyetop ekspor batu bara ke Israel.


Duta Besar Arab Saudi: Tak Ada Normalisasi dengan Israel Tanpa Negara Palestina

1 hari lalu

Duta Besar Arab Saudi untuk Inggris Pangeran Khalid bin Bandar. X/ChathamHouse
Duta Besar Arab Saudi: Tak Ada Normalisasi dengan Israel Tanpa Negara Palestina

Arab Saudi tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel dengan mengorbankan negara Palestina


Top 3 Dunia; Juru Bicara Militer Israel Akui Sulit Mengalahkan Hamas

1 hari lalu

Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari yang diklaim sebuah terowongan di lokasi yang disebutkan sebagai Gaza, dari video yang dirilis 13 November 2023. Juru bicara militer Israel  mengatakan disini juga para sandera dibawa. Israel Defense Forces/Handout via REUTERS
Top 3 Dunia; Juru Bicara Militer Israel Akui Sulit Mengalahkan Hamas

Top 3 dunia masih didominasi berita tentang perkembangan perang Gaza.