Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Eks Kepala Dewan HAM PBB Akan Selidiki Kejahatan Perang Israel dan Hamas

image-gnews
Tim penyelamat membawa Suzy Eshkuntana, 6 tahun, saat mereka menariknya dari puing-puing bangunan di lokasi serangan udara Israel, di Kota Gaza 16 Mei 2021. [REUTERS / Mohammed Salem]
Tim penyelamat membawa Suzy Eshkuntana, 6 tahun, saat mereka menariknya dari puing-puing bangunan di lokasi serangan udara Israel, di Kota Gaza 16 Mei 2021. [REUTERS / Mohammed Salem]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan kepala hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, Navi Pillay, akan memimpin komisi penyelidikan internasional atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan selama konflik antara Israel dan kelompok perjuangan Palestina Hamas di Gaza, Dewan Hak Asasi Manusia PBB mengumumkan pada Kamis.

Dewan HAM PBB sepakat pada akhir Mei untuk membuka penyelidikan dengan mandat luas untuk menyelidiki tuduhan kejahatan tidak hanya di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel, tetapi juga di Israel selama permusuhan yang dihentikan oleh gencatan senjata 21 Mei, dikutip dari Reuters, 23 Juli 2021.

Sedikitnya 250 warga Palestina dan 13 orang di Israel tewas dalam pertempuran sengit, di mana gerilyawan Gaza menembakkan roket ke kota-kota Israel dan Israel melakukan serangan udara ke Gaza.

Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan kepada dewan pada saat itu bahwa serangan mematikan Israel di Gaza mungkin merupakan kejahatan perang dan bahwa Hamas telah melanggar hukum humaniter internasional dengan menembakkan roket ke Israel.

Komisioner Hak Asasi Manusia PBB Navi Pillay berbicara selama wawancara dengan Reuters di kantornya di Jenewa 19 Agustus 2014. [REUTERS/Ruben Sprich]

Israel pada hari Kamis mengulangi penolakannya terhadap penyelidikan.

"Tidak mengherankan, tujuan dari mekanisme ini adalah untuk menemukan pelanggaran Israel, sambil menutupi kejahatan yang dilakukan oleh Hamas, sebuah organisasi teroris di Jalur Gaza," kata perwakilan Israel untuk PBB di Jenewa.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Seperti yang diumumkan Israel segera setelah sesi khusus, tidak dapat dan tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan semacam itu," katanya.

Pillay, mantan hakim Afrika Selatan yang menjabat sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia dari 2008-2014, akan memimpin panel tiga orang yang juga terdiri dari ahli India Miloon Kothari dan ahli Australia Chris Sidoti, kata pernyataan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Para penyelidik Dewan HAM PBB, yang telah diminta untuk mencoba mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran Israel dan Hamas dengan maksud untuk memastikan mereka bertanggung jawab, akan mempresentasikan laporanpertama mereka pada Juni 2022.

Baca juga: PBB Meminta Bantuan Rp 1,3 Triliun untuk Warga Palestina

REUTERS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


AS Akhiri Misi Dermaga Terapung Gaza, Diduga Digunakan Bantu Israel Bebaskan Sandera

7 menit lalu

Warga Palestina membawa paket bantuan yang dikirim ke Gaza melalui dermaga buatan AS, di tengah konflik antara Israel dan Hamas, di Gaza, 18 Mei 2024. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa lebih dari 569 metrik ton bantuan kemanusiaan telah dikirimkan sejauh ini melalui dermaga terapung sementara ke Gaza. REUTERS/Ramadan Abed
AS Akhiri Misi Dermaga Terapung Gaza, Diduga Digunakan Bantu Israel Bebaskan Sandera

Dermaga tersebut beroperasi kurang dari 20 hari, dan selama sebagian besar hari tersebut, pengiriman bantuan hanya diturunkan di pantai Gaza


Mengapa Israel Terus Menyerang Gaza Ketika Perundingan Gencatan Senjata Berlangsung?

4 jam lalu

Suasana kamp tenda di daerah Al-Mawasi yang hancur pasca serangan Israel di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza 13 Juli 2024. REUTERS/Hatem Khaled
Mengapa Israel Terus Menyerang Gaza Ketika Perundingan Gencatan Senjata Berlangsung?

Israel memiliki sejarah dalam menggunakan taktik ini untuk memberikan tekanan kepada lawan-lawannya dan bertindak tanpa hukuman.


Profil Gus Yahya, Ketua PBNU yang Minta Maaf Usai 5 Kadernya Bertemu Presiden Israel

4 jam lalu

Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan di acara Halalbihalal dan Silaturahmi, Senen, Jakarta, Minggu, 28 April 2024. Ketua PBNU Yahya Cholil mengatakan bahwa NU berpolitik demi kemasalahatan bangsa, dan akan bersama Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk membantu ptogram pemerintah. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Profil Gus Yahya, Ketua PBNU yang Minta Maaf Usai 5 Kadernya Bertemu Presiden Israel

Ketua PBNU Gus Yahya meminta maaf usai lima orang kader NU bertemu dengan Presiden Israel. Ini profil lengkap Gus Yahya.


4 Pernyataan Publik Nahdlatul Ulama Soal 5 Kader Bertemu Presiden Israel

6 jam lalu

Lima warga Nahdliyin bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog
4 Pernyataan Publik Nahdlatul Ulama Soal 5 Kader Bertemu Presiden Israel

Nahdlatul Ulama akan memberi sanksi kepada salah satu kader yang bertemu dengan Presiden Israel


Dokter Lintas Batas: Rumah Sakit di Gaza Krisis Fasilitas Dasar

7 jam lalu

Seorang pasien Palestina terbaring di tempat tidur di Gereja Baptis di tengah konflik Israel-Hamas, di Kota Gaza, 1 Juli 2024. Gereja St. Philip diubah menjadi klinik lantaran krisis rumah sakit di Gaza akibat tingginya jumlah pasien di tengah serangan Israel. REUTERS/Dawoud Abu Alkas
Dokter Lintas Batas: Rumah Sakit di Gaza Krisis Fasilitas Dasar

Rumah sakit di Jalur Gaza kekurangan fasilitas dasar yang dapat menyebabkan kematian warga lebih banyak setiap detiknya.


Top 3 Dunia: Kota Beirut Termahal di Arab, Pelabuhan Israel Bangkrut

8 jam lalu

Seorang wanita menuliskan nama para korban ledakan pelabuhan 4 Agustus di sejumlah balon dalam upacara untuk memperingati peristiwa tersebut di Beirut, Lebanon, 4 Oktober 2020. Dua ledakan mengguncang Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus, menghancurkan sebagian kota dan menewaskan sekitar 190 orang serta melukai sedikitnya 6.000 lainnya. Xinhua/Bilal Jawich
Top 3 Dunia: Kota Beirut Termahal di Arab, Pelabuhan Israel Bangkrut

Top 3 dunia kemarin adalah kota Beirut menjadi kota termahal di Arab, pandangan politik JD Vance hingga pelabuhan Israel bangkrut.


Profil 5 Kader NU yang Bertemu dengan Presiden Israel

9 jam lalu

Konferensi pers PBNU mengenai lima Nahdliyin bertemu Presiden Israel di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Profil 5 Kader NU yang Bertemu dengan Presiden Israel

Profil lima anggota NU yang bertemu dengan Presiden Israel


Penelusuran Tempo Soal Alamat Organisai Lobi Israel yang Disebut Gus Yahya Catut Nama NU

16 jam lalu

Ketua RT Dede Kusnaedi ketika dikonfirmasi terkait kantor Rahim di wilayahnya, Depok, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Penelusuran Tempo Soal Alamat Organisai Lobi Israel yang Disebut Gus Yahya Catut Nama NU

Alamat kantor organisasi lobi Israel yang disebut Gus Yahya mencatut nama NU berada di Depok, Jawa Barat. Tempo menelusuri alamat itu.


Militer Israel Lanjutkan Serangan di Gaza

17 jam lalu

Sejumlah pria membawa pengungsi  yang terluka pasca serangan Israel di daerah Al-Mawasi di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza 13 Juli 2024. REUTERS/Hatem Khalederah A
Militer Israel Lanjutkan Serangan di Gaza

Militer Israel kembali menghujani wilayah tengah Gaza dengan bom pada Rabu, 17 Juli 2024, termasuk ke Rafah.


Israel Terus Serang Gaza, 81 Orang Tewas dalam 24 Jam Terakhir

17 jam lalu

Warga Palestina membawa putrinya pasca serangan udara Israel pada sebuah sekolah PBB yang menampung para pengungsi, di tengah konflik Israel-Hamas, di Nusairat di Jalur Gaza tengah, 14 Juli 2024. REUTERS/Ramadan Abed
Israel Terus Serang Gaza, 81 Orang Tewas dalam 24 Jam Terakhir

Serangan Israel ke Gaza terus berlangsung. Hingga hari ini, lebih dari 38.000 rakyat Palestina menjadi korban jiwa.