Top 3 Dunia: Chechnya Larang Warga Tak Divaksin, Penduduk Sydney Dapat Bantuan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masjid Prophet Mohammed yang terletak di Kota Shali, Republik Chechnya, Rusia diklaim sebagai masjid terbesar di Eropa. Masjid berwarna putih ini mampu menampung 70 ribu orang. Warna bangunan masjid ini dapat berganti warna saat azan berkumandang. Shutterstock

    Masjid Prophet Mohammed yang terletak di Kota Shali, Republik Chechnya, Rusia diklaim sebagai masjid terbesar di Eropa. Masjid berwarna putih ini mampu menampung 70 ribu orang. Warna bangunan masjid ini dapat berganti warna saat azan berkumandang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga berita terpopuler dalam Top 3 Dunia sepanjang hari kemarin, Kamis, 29 Juli 2021 dimulai dari Chechnya yang melarang warganya yang belum disuntik vaksin Covid-19 untuk masuk ke masjid dan fasilitas umum. Upaya ini untuk membendung penyebaran virus Covid-19.

    Berita lainnya adalah Rusia memperingatkan ancaman ISIS di Afganistan sehingga memperkuat pangkalan militernya di Tajik. Terakhir adalah bantuan untuk warga Sydney yang terdampak lockdown. Berikut berita selengkapnya:

    1. Chechnya Larang Orang yang Belum Disuntik Vaksin Covid-19 Masuk Masjid dan Fasum

    Republik Chechnya melarang semua orang yang belum menerima vaksin Covid-19 memasuki masjid, toko, dan menggunakan transportasi umum, dalam upaya untuk mendorong vaksinasi Covid-19 massal.

    Aturan baru, beberapa yang paling ketat di negara itu, diumumkan oleh Wakil Perdana Menteri Chechnya Vakhit Usmayev pada hari Senin.

    "Kalau ke masjid, wajib memiliki sertifikat vaksinasi," katanya, seraya mencatat bahwa pemeriksaan juga akan dilakukan di gerai ritel, acara olahraga, dan fasilitas hiburan, dikutip dari RT, 28 Juli 2021. Mereka yang menggunakan transportasi umum juga akan diminta untuk divaksin dan memakai masker.

    Pada hari yang sama, menteri kesehatan regional, Elkhan Suleimanov, mengumumkan bahwa 60% dari populasi orang dewasa di kawasan itu telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19, menjadikannya daerah pertama di seluruh negeri yang mencapai target ini, menuju kekebalan kelompok.

    Menulis di Telegram, pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mendorong semua orang untuk ikut vaksinasi, menyebut vaksin sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi pandemi. Kadyrov mendesak penduduk setempat untuk mendengarkan saran dari para profesional medis.

    "Kami berkewajiban untuk menangani masalah ini dengan penuh tanggung jawab dan melindungi warga kami dari infeksi berbahaya," tulisnya. "Saya menekankan bahwa kita tidak boleh berhenti pada angka 60%, tetapi memvaksinasi seluruh populasi orang dewasa!"

    Vaksinasi massal terhadap Covid-19 telah berlangsung di Rusia sejak 18 Januari tetapi telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

    Setelah Presiden Vladimir Putin menolak mewajibkan vaksinasi, kini keputusan kebijakan vaksinasi berada di tangan kepala daerah. Banyak daerah di Federasi Rusia sekarang memaksa pekerja di sektor tertentu, seperti katering dan transportasi, untuk disuntik.

    Vaksinasi di Rusia gratis, dan warga memiliki empat pilihan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri di antaranya vaksin Sputnik V, Sputnik Lite, EpiVacCorona, dan CoviVac.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.