Kapal Perang Menjadi Kluster COVID-19 Terbesar Militer Korea Selatan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal perang Korea Selatan, destroyer kelas Gwanggaeto the Great atau KDX I, menembakan rudal saat latihan di Laut Korea Selatan, pada 6 Juli 2017. Pesawat tempur dan kapal perang Korea berlatih selama satu hari, di tengah situasi yang memanas di Semanjung Korea. South Korea Defense Ministry via AP

    Kapal perang Korea Selatan, destroyer kelas Gwanggaeto the Great atau KDX I, menembakan rudal saat latihan di Laut Korea Selatan, pada 6 Juli 2017. Pesawat tempur dan kapal perang Korea berlatih selama satu hari, di tengah situasi yang memanas di Semanjung Korea. South Korea Defense Ministry via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Militer Korea Selatan baru saja mencatatkan kluster COVID-19 terbesarnya. Dikutip dari CNN, 80 persen kru kapal perang Korea Selatan Munmu The Great dipastikan positif COVID-19. Padahal, mereka sedang melakukan operasi anti-pembajakan di Teluk Aden.

    Total, ada 247 personil Munmu The Great yang dinyatakan positif COVID-19. Sementara itu, mereka yang negatif COVID-19 ada 51 orang. Menurut keterangan Panglima Militer Korea Selatan, mereka yang positif COVID-19 akan dievakuasi dari kapal dengan helikopter sementara mereka yang negatif akan bertahan.

    "Tim pengganti akan dikirim untuk membawa kapal kembali ke Korea Selatan," ujar keterangan Militer Korea Selatan, Senin, 19 Juli 2021.

    Per berita ini ditulis, belum diketahui dari mana penularan bermula. Menurut laporan CNN, ke-247 kasus di kapal Munmu The Great tidak berkaitan dengan penularan domestik.

    Sementara itu, menurut keterangan Kementerian Pertahanan Korea Selatan, belum ada satupun personil di atas kapal yang sudah divaksin. Penyebabnya, kapal sudah bergerak ke laut sebelum kampanye vaksinasi COVID-19 nasional digelar di Korea Selatan.

    "Tidak ada personil di atas kapal yang menderita gejala parah. Hanya salah satu personil yang memerlukan pengawasan medis lebih jauh," ujar keterangan salah satu sumber di Militer Korea Selatan.

    Dengan adanya ratusan kasus di Munmu The Great, maka Korea Selatan sudah dua pekan mencatat 1100 lebih kasus per hari. Sebagian di antaranya dipicu oleh varian Delta COVID-19 yang diketahui lebih mudah menular.

    Secara nasional, Korea Selatan telah mencatatkan 179 ribu kasus dan 2.058 kematian akibat COVID-19.

    Vaksinasi dan pembatasan sosial ketat menjadi strategi Korea Selatan untuk menekan angka pertumbuhan kasus di sana. Perihal vaksinasi COVID-19, 31,4 persen dari 52 juta penduduk Korea Selatan sudah menerima paling tidak 1 dosis vaksin. Sementara itu, mereka yang sudah tervaksin penuh baru 12,7 persen.

    Baca juga: Anak Muda Korea Selatan Berharap Segera Dapat Vaksin Virus Corona

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.