Balita yang Viral di Truk Migran Meksiko Akhirnya Bertemu Ibunya

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lorena Garcia, 23 tahun, bertemu lagi dengan putranya Wilder pada Jumat, 16 Juli 2021. Sumber: Reuters

    Lorena Garcia, 23 tahun, bertemu lagi dengan putranya Wilder pada Jumat, 16 Juli 2021. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, JakartaBalita usia 2 tahun, yang diwartakan terlantar sebatang kara di Meksiko, akhirnya bersatu lagi dengan keluarganya di Honduras pada Jumat, 16 Juli 2021. Ibu balita itu, Lorena Garcia, 23 tahun, memeluk anaknya dengan erat pada pertemuan yang dilakukan di Kota San Pedro Sula.

    Kasus ini menjadi pemberitaan besar karena balita tersebut ditemukan benar-benar sendirian pada Juni 2021. Dia dibawa ayahnya dalam upaya melakukan perjalanan dari Honduras ke Amerika Serikat. Tidak diinformasikan detail bagaimana keduanya sampai terpisah.

    Balita 2 tahun terlantar pada Jumat, 2 Juli 2021. Dia meninggalkan Honduras bersama ayahnya untuk merantau ke Virginia, Amerika Serikat. Sumber: Reuters

    Balita yang dipanggil dengan nama Wilder, ditemukan sebatang kara di dekat sebuah truk kargo yang membawa puluhan migran, yang akan ke negara bagian Veracruz, yakni perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko.

    Saat ditemukan, balita tersebut dalam kondisi setengah telanjang dan dikelilingi sampah. Balita malang tersebut, selanjutnya menghabiskan 20 hari dalam penahanan otoritas Meksiko        

    “Saya gembira bisa bertemu lagi dengan Wilder. Saya sudah sangat menderita dengan kejadian ini. Saya tidak akan lagi menempatkannya dalam risiko,” kata Gracia, yang melakukan perjalanan enam jam dari kampungnya untuk menjemput putranya.  

    National Migration Institute Meksiko menjelaskan Wilder dikirim ke otoritas Honduras pada Jumat, 16 Juli 2021, dengan tujuan menyerahkan pada keluarganya. National Migration Institute juga membagikan foto Wilder yang tampak sehat dan di ajak oleh petugas untuk bermain dengan anak-anak lain di sana.

    Ada pula foto-foto balita tersebut saat bertemu lagi dengan keluarganya di Honduras. Gracia menceritakan sudah menyiapkan sop ayam kesukaan putranya untuk makam malam.

    Wilder dibawa ayahnya minggat dari rumah mereka di Copan, yakni sebuah di Honduras yang berbatasan dengan Guatemala. Sambil membawa Wilder, suami Gracia itu ingin merantau ke Amerika Serikat dan mencari kerja di sana.

    Wilder dan ayahnya menempuh perjalanan itu lewat jasa penyelundup orang sebelum akhirnya balita tersebut ditemukan sebatang kara dekat truk pembawa migran. Gracia mengatakan suaminya saat ini ditahan di sebuah pusat penahanan imigrasi.

    Baca juga: Shandy Aulia Geram Anaknya Dihina, Dokter Jelaskan Tumbuh Kembang yang Ideal

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.