Prancis Minta Warganya Tak Berlibur ke Spanyol dan Portugal

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah plang yang mengingatkan pengunjung terkait langkah-langkah pencegahan terlihat di luar Museum Orsay di Paris, Prancis, pada 23 Juni 2020. Otoritas kesehatan setempat mengkhawatirkan penularan Covid-19 dapat menyebar lebih cepat saat liburan musim panas. (Xinhua/Gao Jing)

    Sebuah plang yang mengingatkan pengunjung terkait langkah-langkah pencegahan terlihat di luar Museum Orsay di Paris, Prancis, pada 23 Juni 2020. Otoritas kesehatan setempat mengkhawatirkan penularan Covid-19 dapat menyebar lebih cepat saat liburan musim panas. (Xinhua/Gao Jing)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Muda Urusan Eropa Clement Beaune meminta warga Prancis tak bepergian ke Spanyol dan Portugal. Larangan itu diterbitkan untuk membendung masuknya virus corona varian delta ke Prancis. Saat ini varian delta menyebar dengan cepat di Eropa.

    Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi France 2 TV, Beaune mengatakan pembatasan perjalanan di negara-negara yang memiliki lonjakan kasus Covid yang disebabkan oleh varian delta virus kemungkinan akan diberlakukan.

    Ia mengatakan peringatan diberikan menjelang liburan musim panas tahun ini. "Keputusan akan diambil dalam beberapa hari ke depan tetapi kami dapat mengambil tindakan yang lebih tegas", kata Beaune memperingatkan.

    Dia melanjutkan bagi mereka yang belum memesan liburan, agar menghindari Spanyol dan Portugal.

    Inggris tak termasuk dalam daftar negara yang dilarang. Tetapi juru bicara pemerintah Gabriel Attal, dalam konferensi pers mingguannya pada Rabu mencantumkan Spanyol, Portugal dan Inggris sebagai negara-negara dengan situasi yang mengkhawatirkan.

    Spanyol dan Portugal telah menerapkan kembali pembatasan di wilayah tertentu dalam beberapa hari terakhir. Pembatasan dilakukan karena terjadi kenaikan kasus Covid-19.

    Pemerintah Prancis pada 17 Juni 2021 mengumumkan protokol pencegahan terhadap pandemi virus corona tidak lagi wajib dilakukan di luar ruangan. Pengumuman dilakukan setelah mendapat saran dari para ahli kesehatan dan berkurangnya jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit.

    Namun, masker tetap harus dipakai di sebagian besar tempat kerja, di toko-toko, di transportasi umum, dan di ruang terbuka tempat banyak orang berkumpul, seperti di stadion.

    Baca: Covid-19 Terkendali, 7 Negara Ini Tak Lagi Wajibkan Masker

    THE LOCAL FRANCE | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.