150 Korban Tewas dalam 400 Kasus Penembakan di Hari Kemerdekaan AS

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerusuhan dan penjarahan di Philadelphia yang berlangsung selama dua hari terakhir, yang dipicu oleh penembakan oleh aparat kepolisian oleh Wallace Jr, seorang penyandang disabilitas. Sumber: Reuters

    Kerusuhan dan penjarahan di Philadelphia yang berlangsung selama dua hari terakhir, yang dipicu oleh penembakan oleh aparat kepolisian oleh Wallace Jr, seorang penyandang disabilitas. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 150 orang dilaporkan tewas dalam 400 kasus penembakan yang terjadi di seluruh Amerika Serikat pada hari kemerdekaan 4 Juli 2021. Data dari Gun Violence Archive tersebut termasuk kekerasan senjata yang berlangsung sejak Jumat hingga Minggu pekan lalu.

    Di New York, terdapat 26 korban dari 21 penembakan selama akhir pekan lalu. Jumlah tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu ketika 30 orang menjadi korban dalam 25 penembakan.

    Pada 4 Juli, ada 12 insiden penembakan yang melibatkan 13 korban di New York. Menurut Polisi New York, jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu ketika ada delapan penembakan dan delapan korban.

    Tahun ini insiden kekerasan senjata di New York melonjak hampir 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. CNN telah meminta data tentang berapa banyak penembakan selama akhir pekan yang mengakibatkan pembunuhan.

    Di Chicago, terjadi penembakan terhadap 83 orang, 14 tewas. Korban luka termasuk gadis berusia 5 dan 6 tahun. Penembakan juga terjadi di sejumlah wilayah yaitu Atlanta, Texas, Virginia, Ohio dan Dallas.

    Baca: Gadis 4 Tahun dan Dua Perempuan Dewasa Ditembak di Times Square New York

    CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.