Singapura: Radikalisasi tidak Terbatas Pada Satu Agama

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan. Sumber: Reuters/asiaone.com

    Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan. Sumber: Reuters/asiaone.com

    TEMPO.CO, - Pemerintah Singapura menyatakan komitmennya pada upaya global dan regional untuk mencegah dan melawan munculnya radikalisasi dan ekstremisme kekerasan.

    Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan pada Pertemuan Tingkat Menteri Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS mengatakan negaranya dalam melawan terorisme mengedepankan keterlibatan masyarakat yang erat dan kesiapan respon keamanan domestik.

    "Singapura mengadopsi pendekatan 'bukan jika, tetapi kapan' untuk kontra-terorisme. Ekstremisme dan radikalisasi tidak terbatas pada satu agama, ras, jenis kelamin, atau usia,” kata Balakrishnan dalam pertemuan koalisi global di Roma, Senin, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 29 Juni 2021.

    Ia mengatakan respons keamanan domestik yang kuat sangat penting tetapi tidak cukup. Balakrishnan menuturkan Singapura bekerja sama dengan komunitas dan organisasi keagamaan untuk mengidentifikasi individu yang teradikalisasi.

    “Kami membutuhkan kepercayaan dan persatuan di antara kelompok-kelompok yang berbeda, dan menghilangkan salah persepsi atau prasangka di mana pun mereka muncul," tuturnya.

    Fasilitas Informasi Kontra-Terorisme baru yang didirikan di Singapura tahun ini, menurut Balakrishnan, akan memungkinkan negara-negara yang berpikiran sama untuk berbagi kemampuan intelijen dan pemantauan dan analisis dalam perang melawan ISIS.

    “Sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menyumbangkan personel dan aset ke Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS, Singapura berbesar hati bahwa upaya gabungan kami telah memuncak dalam kekalahan teritorial ISIS di Irak dan Suriah,” tambahnya.

    Namun, kata dia, radikalisme dan kekerasan ISIS tetap ada, termasuk di Asia Tenggara, ketika mereka berusaha mengeksploitasi ruang digital untuk memperluas jaringannya dan menyebarkan ekstremisme

    Terorisme global tidak menghormati perbatasan, dan hanya bisa dikalahkan melalui aksi kolektif," kata Balakrishnan

    Menlu Singapura itu juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Republik Hellenic Nikos Dendias dan Menteri Luar Negeri Republik Turki Mevlut Cavusoglu di sela-sela konferensi.

    Baca juga: Singapura Siapkan Rencana Hidup Normal Bersama Covid-19

    Sumber: CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.