Aktivis Minta Joe Biden Menekan Korea Utara

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Joe Biden saat menyampaikan sambutan di hadapan pendukungnya usai menyaksikan hasil Pemilu AS yang diumumkan media, di Wilmington, Delaware, AS, 7 November 2020. Berdasarkan perhitungan CNN, Biden mampu menang dari lawannya, Donald Trump, berkat 20 suara elektoral dari Pennsylvania. Andrew Harnik/Pool via REUTERS

    Ekspresi Joe Biden saat menyampaikan sambutan di hadapan pendukungnya usai menyaksikan hasil Pemilu AS yang diumumkan media, di Wilmington, Delaware, AS, 7 November 2020. Berdasarkan perhitungan CNN, Biden mampu menang dari lawannya, Donald Trump, berkat 20 suara elektoral dari Pennsylvania. Andrew Harnik/Pool via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pembelot dari Korea Utara dan aktivis mendesak Presiden Amerika Serikat Joe Biden agar memberikan tekanan pada Pyongyang atas pelanggaran HAM yang dilakukannya. Desakan itu muncul seiring rencana pertemuan Presiden Biden dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Washington, Amerika Serikat.

    Jika tidak ada aral melintang, Presiden Moon akan tiba di Kota Washington pada Kamis, 20 Mei 2021 dan akan berada di sana selama empat hari. Moon akan melakukan serangkaian pertemuan, diantaranya dengan Biden, pemimpin Kongres Amerika Serikat dan akan mengunjungi pabrik baterai SK Innovation di Georgia.

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengadakan pertemuan darurat dalam foto tidak bertanggal yang dirilis oleh KCNA di Pyongyang, pada 25 Juli 2020. KCNA menyebut seorang pelarian yang pergi ke Korea Selatan tiga tahun lalu, diduga telah terinfeksi virus ganas kembali pada 19 Juli setelah secara ilegal melewati garis demarkasi. KCNA via REUTERS

    Sejumlah aktivis dan pembelot dari Korea Utara menyerukan agar Biden dengan cepat menunjuk utusan khusus untuk menangani pelanggaran HAM di Korea Utara dan membela hak kebebasan berpendapat untuk mereka di Korea Selatan.  

    “Kami memiliki bukti bahwa warga Korea Utara sedang menunggu selebaran untuk mereka dan pemerintah Korea Utara waswas selebaran itu sampai pada masyarakat,” kata Park Sang-hak, yang disidik oleh kepolisian Korea Utara akhir pekan lalu atas tuduhan melanggar larangan.

        

    Selama berpuluh tahun, aktivis telah menyebarkan selebaran, makanan, obat-obatan, uang 1 USD, radio mini dan USB yang berisi pemberitaan dari Korea Selatan serta drama-drama dari Negeri Gingseng tersebut. Upaya tersebut dilakukan untuk menggalang kesadaran di kalangan warga negara Korea Utara yang hidup di bawah rezim yang keras dan pelanggaran HAM.

    Korea Utara sudah lama mengecam praktik tersebut. Negara itu juga mendesak Presiden Moon untuk menghentikannya atau hubungan kedua negara bakal memburuk.

    Baca juga: Dua Tahun Hilang, Pejabat Korea Utara Ternyata Bersembunyi di Korea Selatan

    Sumber: Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.