Asoasiasi Industri Minta Pemerintah India Perketat Pembatasan Sosial COVID-19

Sejumlah pasien dengan gangguan pernapasan menerima bantuan oksigen gratis di Gurudwara (kuil Sikh), di tengah Tsunami COVID-19 di Ghaziabad, India, 30 April 2021. REUTERS/Adnan Abidi

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku industri di India was-was dengan situasi pandemi COVID-19 yang kian buruk. Dikutip dari kantor berita Reuters, mereka meminta Pemerintah India untuk memperketat pembatasan sosial, termasuk mengurangi kegiatan ekonomi, untuk menyelamatkan banyak nyawa. Hal itu kontras dengan kebanyakan negara di mana pelaku industri malah meminta kegiatan ekonomi dimulai lagi.

"Dengan situasi kritis seperti sekarang, kami mendesak pemerintah untuk mengetatkan pembatasan sosial termasuk mengurangi kegiatan ekonomi demi menekan jumlah korban." ujar Presiden Konfiderasi Industri India, Uday Kotak, Ahad kemarin, 3 Mei 2021.

Kotak mengakui bahwa kegiatan ekonomi penting untuk menjaga hidup industri India. Namun, dengan situasi pandemi seperti sekarang, ia mengatakan penyelamatan nyawa harus diprioritaskan. Mengurangi kegiatan ekonomi, kata ia, adalah salah satu cara untuk menekan penyebaran virus COVID-19.

Per berita ini ditulis, angka kasus COVID-19 harian di India masih tinggi. Menurut laporan kantor berita Reuters, ada 392.488 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Hal itu menjadikan jumlah kasus nasional menjadi 19,56 juta.

Seorang perempuan dengan gangguan pernapasan menerima bantuan oksigen gratis di Gurudwara (kuil Sikh), di tengah Tsunami COVID-19 di Ghaziabad, India, 30 April 2021. REUTERS/Adnan Abidi

Hal senada berlaku untuk angka kematian. Dalam 24 jam terakhir, angka kematian bertambah 3.689, menyebabkan total angka kematian akibat COVID-19 menjadi 215.542.

"Menyelamatkan nyawa adalah prioritas utama dan respon maksimal secara nasional dibutuhkan untuk memotong rantai penyebaran," ujar Kotak tanpa menyinggung kata lockdown dalam pernyatannya.

Di lapangan, situasi India benar-benar genting. Rumah sakit kelimpungan menangani banyaknya pasien hingga mereka kehabisan oksigen bantuan dan ruang perawatan. Sementara itu, di luar rumah sakit, warga berbondong-bondong memburu oksigen bantuan sementara banyak petugas medis membakar mereka yang meninggal akibat COVID-19.

PM India Narendra Modi sudah menerapkan lockdown di 11 negara bagian terdampak dengan harapan hal tersebut bisa menekan angka pandemi. Namun, karena hasilnya tak kelihatan, Satgas COVID-19 dikabarkan menganjurkan kepadanya untuk segera menerapkan lockdown COVID-19 berskala nasional.

Baca juga: Pemerintah Modi Tidak Hiraukan Peringatan Ilmuwan Tentang Varian Covid-19 India

ISTMAN MP | REUTERS






Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

12 jam lalu

Ditolak Naik KA Pangrango Karena Belum Vaksin, Calon Penumpang Merusak Loket Stasiun Sukabumi

Calon penumpang di Stasiun Sukabumi itu marah karena ditolak naik KA Pangrango karena belum vaksin. Merusak kaca loket dan melukai seorang petugas.


Konser DWP 2022 Dimulai Hari Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Sesuai SOP

22 jam lalu

Konser DWP 2022 Dimulai Hari Ini, Polisi Siapkan Pengamanan Sesuai SOP

Festival Musik Djakarta Warehouse Project atau DWP bakal digelar hari ini, 9 Desember 2022. Polisi telah menyiapkan pengamanan dengan mengacu pada SOP


Twitter Hentikan Kebijakan Informasi COVID-19 yang Menyesatkan

1 hari lalu

Twitter Hentikan Kebijakan Informasi COVID-19 yang Menyesatkan

Twitter secara diam-diam berhenti memberlakukan kebijakan informasi COVID-19 yang menyesatkan.


Vaksin Booster Kedua Diakselerasi, DKI: Kasus Meninggal Covid-19 Akibat Komorbid Berat

1 hari lalu

Vaksin Booster Kedua Diakselerasi, DKI: Kasus Meninggal Covid-19 Akibat Komorbid Berat

Vaksin booster kedua untuk menekan penularan COVID-19 khususnya bagi masyarakat pemilik penyakit penyerta.


Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

1 hari lalu

Piala Dunia Qatar, Suporter Negara Lain Diminta Waspada Flu Unta

MERS adalah satu dari delapan risiko infeksi potensial yang secara teoritis dapat muncul selama Piala Dunia Qatar 2022.


Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

1 hari lalu

Ahli Pengobatan China Sarankan Covid-19 Ganti Nama, Apa Alasannya?

Covid-19 telah bermutasi menjadi kasus dengan gejala ringan.


Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

1 hari lalu

Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Polda Metro Jaya menyiapkan Samsat Keliling untuk memfasilitasi masyarakat di 14 titik Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.


Perubahan Iklim, Petir Meningkat dan Tewaskan 907 Warga India Tahun Ini

1 hari lalu

Perubahan Iklim, Petir Meningkat dan Tewaskan 907 Warga India Tahun Ini

Sambaran petir meningkat lebih dari 111 kali, menewaskan 907 orang sepanjang tahun 2022 di India akibat perubahan iklim.


Banjir Beras di Atas Kertas

2 hari lalu

Banjir Beras di Atas Kertas

Polemik data beras kian meruncing.


Kepulauan Cook Buka Pintu untuk Lebih Banyak TKI

2 hari lalu

Kepulauan Cook Buka Pintu untuk Lebih Banyak TKI

Kepala delegasi Kepulauan Cook mengapresiasi etos kerja tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negara Pasifik itu