Cina Akhirnya Akui Efikasi Vaksin COVID-19 Mereka Tidak Tinggi

Proses produksi vaksin COVID-19 dalam Institut Produk Biologi Beijing dari China National Biotec Group (CNBG) Sinopharm, selama kunjungan di Beijing, Cina 26 Februari 2021. REUTERS/Tingshu Wang

TEMPO.CO, Jakarta - Efektivitas vaksin COVID-19 buatan Cina ternyata tidak setinggi harapan. Hal itu diakui oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Cina, Gao Fu. Ia berkata, efektivtas vaksin COVID-19 buatan negeri tirai bambu masih kurang tinggi dan otoritas kesehatan setempat tengah berupaya untuk meningkatkannya.

"Tingkat perlindungan dari vaksin COVID-19 yang ada sekarang kurang tinggi," ujar Gao Fu, dikutip dari CNN, Senin, 12 April 2021

Gao Fu melanjutkan, tiga opsi tengah dipertimbangkan oleh otoritas kesehatan Cina. Opsi pertama, meningkatkan jumlah dosis yang perlu diberikan kepada warga. Opsi selanjutnya, mengubah ukuran atau jeda untuk suntikan dosis kedua.

Opsi yang terakhir adalah mencampur vaksin COVID-19 yang dibuat dengan teknologi berbeda. Sejauh ini, kata Gao Fu, kajian masih dilakukan untuk menentukan mana langkah yang paling pas.

Pernyataan Gao Fu pada jumpa pers di Chengdu tersebut adalah hal yang tak terduga. Selama ini, Cina rutin mengklaim bahwa vaksin COVID-19 mereka seperti Sinovac dan Sinopharm memiliki efikasi tinggi dan pantas untuk dipakai. Tidak pernah sebelumnya mereka mengakui vaksin yang ada belum sesuai harapan.

Meski pernyataan Gao Fu tersebut tak terduga, hal itu lebih ke arah adanya pengakuan dari Cina. Apabila mengacu pada kajian-kajian yang sudah beredar, rendahnya efikasi vaksin COVID-19 Cina sebenarnya bukan rahasia lagi. Hal itu sudah beberapa kali disinggung oleh berbagai negara.

Seorang perempuan menerima vaksin Covid-19 CoronaVac buatan Sinovac China setelah ratusan penduduk di distrik tersebut dinyatakan positif mengidap penyakit coronavirus di Bangkok, Thailand, 7 April 2021. [REUTERS / Athit Perawongmetha]

Sebagai contoh, dalam uji efikasi di Brasil, Sinovac didapati hanya memiliki efektivitas 50,4 persen. Di Turki, efikasinya tercatat 83,5 persen. Sementara itu, untuk dua vaksin COVID-19 buatan Sinopharm, keduanya memiliki efektivitas 79,4 persen dan 72,5 persen.

Angka tersebut ketinggalan jika dibandingkan dengan vaksin COVID-19 buatan Amerika, Pfizer serta Moderna. Pfizer memiliki efektivitas 97 persen sementara efektivitas Moderna tercata 94 persen.

Adapun vaksin-vaksin COVID-19 buatan Cina tersebut sudah dipakai di lebih dari 60 negara. Salah satu di antaranya adalah Indonesia. Saking banyaknya negara yang memakai vaksin mereka, beberapa pihak sempat menduga Cina mencoba memainkan pengaruhnya dengan memanfaatkan kebutuhan atas vaksin COVID-19,

Merespon pernyataan Gao Fu, Pemerintah Cina langsung memblokir diskusi atau konten terkait di internet. Selain itu, via Global Times, mereka juga menerbitkan klarifikasi dari Gao yang menyatakan statementnya disalahpahami.

"Tingkat perlindungan terkadang bisa tinggi ataupun rendah. Bagaimana meningkatkan efikasi itu jelas harus terus dipertimbangkan oleh berbagai ilmuan," ujar keterangan baru Gao Fu.

Peneliti dari Council of Foreign Relation, Yanzhong Huang, menyatakan klarifikasi dari Gao Fu menandakan Pemerintah Cina masih berupaya mengendalikan informasi apapun terkait COVID-19. Hal itu, kata ia, termasuk membabat pernyataan yang bertentangan dengan narasi utama pemerintah soal vaksin COVID-19. 

Baca Juga: Anthony Blinken Kecewa Cina Tak Beri Akses Riset Asal Usul Virus Corona

ISTMAN MP | CNN







Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

13 jam lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

14 jam lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

22 jam lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.


Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

23 jam lalu

Pemeritah Resmi Tawarkan ORI022: Mulai dari Rp 1 Juta, Kupon 5,95 Persen

Pemerintah resmi membuka penawaran ORI (Obligasi Negara Ritel Indonesia) seri ORI022 mulai hari ini, Senin, 26 September 2022 pukul 09.35 WIB.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

1 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

1 hari lalu

Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 pada hari ini. Kasus terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta yaitu 580 orang.


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

1 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

1 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

2 hari lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

3 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022