Warga Myanmar Dipaksa Bayar 85 Dollar Untuk Jemput Jenazah Korban Kudeta

Kerabat menangis di atas tubuh Min Khant Soe, yang ditembak dan dibunuh oleh pasukan keamanan pada para demonstran dalam aksi anti-kudeta di Yangon, Myanmar 15 Maret 2021. REUTERS/Stringer

TEMPO.CO, Jakarta - Warga Myanmar kembali dipersulit oleh junta militer. Kali ini terkait penjemputan jenazah korban yang meninggal selama unjuk rasa kudeta. Dikutip dari CNN, Militer Myanmar mewajibkan warga membayar US$85 (setara Rp1,2 juta) per orang untuk hal tersebut.

Perlakuan itu mulai berlaku untuk penjemputan jenazah korban pembantaian di kota Bago pada Jumat pekan lalu. Dalam peristiwa berdarah itu, sebanyak 82 orang meninggal dibantai oleh Militer Myanmar, menambah jumlah korban mereka menjadi 700 orang lebih.

"Militer Myanmar sekarang memasang harga 120 ribu kyat (Rp1,2 juta) untuk mengambil jenazah-jenazah korban pembantaian pada jumat pekan lalu," ujar laporan CNN, Senin, 12 April 2021.

Militer Myanmar masih merasa tidak bertanggung jawab atas peristiwa berdarah di Bago. Menurut media milik pemerintah setempat, Global New Light of Myanmar, militer terpaksa membunuh 80 orang tersebut karena mereka menyerang duluan.

"Militer Myanmar lebih dulu diserang oleh perusuh ketika mereka mencoba memindahkan pembatas jalan yang dibangun oleh para demonstran di Bago," ujar Global New Light of Myanmar.

Tangkapan layar dari siaran televisi pemerintah Myanmar mulai 3 Februari 2021 menunjukkan Jenderal Min Aung Hlaing berbicara selama pertemuan. [MRTV / Handout melalui REUTERS]

Dalam laporan yang sama, Panglima Militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, membela diri soal perlunya kudeta dan tindakan keras terhadap demonstran. Ia berkata, hal itu diperlukan untuk memastikan stabilitas negeri plus investigasi terkait dugaan kecurangan pemilu berjalan lancar.

Seperti diberitakan sebelumnya, kudeta Myanmar dipicu oleh klaim junta militer bahwa mereka telah dicurangi di pemilu. Mereka menuduh Liga Nasional untuk Demokrasi, yang merupakan partai bentukan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, bermain curang. Oleh karenanya, menurut Militer Myanmar, pemerintahan hasil pemilu tidak sah dan berhak digulingkan.

"Apa yang kami lakukan justru bukan mengambil alih kekuasaan, tetapi justru memperkuat demokrasi multipartai," klaim Min Aung Hlaing terkait situasi di Myanmar.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Vonis Mati 19 Orang karena Bunuh Rekan Kapten

ISTMAN MP | CNN






Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

1 hari lalu

Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

Junta militer menyebut pemberontak Myanmar menembak seorang penumpang di wajahnya saat pesawat mendarat di negara itu.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

2 hari lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

2 hari lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

4 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

8 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

8 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

8 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

8 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

11 hari lalu

Helikopter Militer Myanmar Menembak Sekolah, 7 Anak Tewas Belasan Terluka

Helikopter militer Myanmar dilaporkan menembaki sebuah sekolah, akibatnya sedikitnya 7 anak tewas dan belasan lainnya terluka


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

12 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.