Israel Disorot Terkait Insiden di Situs Nuklir Iran Natanz

Pemandangan fasilitas pengayaan uranium Natanz 250 km di selatan ibu kota Iran, Teheran, 30 Maret 2005. [REUTERS / Raheb Homavandi]

TEMPO.CO, Jakarta - Israel muncul sebagai terduga dalam insiden jaringan energi di fasilitas pengayaan uranium Iran, Natanz. Dikutip dari CNN, beberapa media lokal Israel menyampaikan Mossad lah dalangnya berdasarkan laporan intelijen yang bocor. Media-media Israel menyebut laporan intelijen itu berasal dari agensi barat.

Pemerintah Israel enggan memberikan keterangan soal insiden yang terjadi di Natanz. Walau begitu, PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kembali bahwa Iran adalah musuh mereka dan hal itu ia nyatakan di hari perayaan berdirinya negara Israel.

"Upaya melawan Iran beserta proxi dan persenjataannya adalah sebuah misi besar. Situasi yang terjadi pada hari ini belum tentu akan terjadi keesokan harinya," ujar Netanyahu, dikutip dari CNN, Senin, 12 April 2021.

Netanyahu dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Lloyd Austin pada Senin ini. Kunjungan tingkat tinggi tersebut bakal menjadi yang pertama dari anggota kabinet Joe Biden menyusul pertemuan di Vienna terkait kelanjutan perjanjian nuklir Iran.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Insiden jaringan energi terjadi di fasilitas pengayaan uranium Natanz pada Ahad kemarin. Hal itu mengganggu operasional mesin sentrifugal atau pengaya nuklir di Natanz meski tidak menimbulkan kebocoran ataupun kontaminasi.

Kerusakan bangunan setelah kebakaran yang melanda fasilitas nuklir Iran, Natanz, di Isfahan, Iran, 2 Juli 2020.[Organisasi Energi Atom Iran/WANA/REUTERS]

Senin ini, sumber energi baru dipasang di Natanz untuk mengantisipasi insiden serupa terulang. Di saat bersamaan, investigasi atas insiden terkait berjalan. Namun, belum beres investigasi, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif sudah menuding Israel sebagai dalangnya.

Menurut Javad Zarif, Israel tidak Iran kembali lagi ke perjanjian nuklir dengan Amerika. Sebab, hal itu akan mengangkat sanksi ekonomi terhadap Iran yang memungkinkannya untuk kembali membangun kekuatan di Timur Tengah. Adapun Zarif memastikan komitmen Iran untuk kembali ke perjanjian nuklir tidak akan berhenti.

Pada Februari lalu, Duta Besar Israel di Amerika, Gilad Erdan, menyatakan tidak akan mendukung Presiden Amerika Joe Biden jika ia memutuskan balik ke perjanjian nuklir Iran. Menurut Erdan, Biden seharusnya bersikap sama dengan pendahulunya, Donald Trump. Dengan kata lain, tidak hanya memperkuat sanksi ke Iran, tetapi juga memberikan ancaman militer.

"Kami pikir jika Amerika kembali ke kesepakatan yang dulu mereka tinggalkan, daya tawar mereka pun juga akan kurang."

"Mempertahankan sanksi yang ada sekarang atau menambah sanksi baru, dikombinasikan dengan ancaman militer, akan lebih efektif untuk mendorong Iran melakukan negosiasi kesepakatan baru," ujar Erdan menegaskan pada Februari lalu.

Baca juga: Iran Lagi-lagi Tuduh Israel Atas Insiden di Situs Nuklir Natanz

ISTMAN MP | CNN






Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

1 jam lalu

Presiden Iran: Kematian Mahsa Amini Insiden Tragis, tapi Kekacauan Tak Bisa Diterima

Raisi mengatakan, kematian Mahsa Amini meninggalkan kesedihan bagi Iran, namun kekacauan akibat protes yang dipicu olehnya tidak dapat diterima.


Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

5 jam lalu

Demo Iran Rusuh, Putri Mantan Presiden Ditangkap

Iran menangkap putri eks Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani dalam demo untuk menduku Mahsa Amini.


Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

18 jam lalu

Pasukan Israel Bunuh 4 Pria Bersenjata Palestina

Pasukan Israel membunuh empat pria bersenjata Palestina di sebuah kota yang menjadi titik fokus kampanye penggerebekan di Tepi Barat.


Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

1 hari lalu

Tindak Represif Iran Tak Bisa Hentikan Demo Kematian Mahsa Amini

Protes atas kematian wanita muda Iran, Mahsa Amini, masih berkecamuk. Korban tewas dan luka terus berjatuhan


Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

2 hari lalu

Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

Kemarahan para perempuan dalam demo Iran yang mengutuk kematian Mahsa Amini, dituangkan dalam teriakan lantang: perempuan, hidup dan kebebasan.


76 Demonstran Tewas, Iran Siapkan Pengadilan Khusus untuk Pengunjuk Rasa

2 hari lalu

76 Demonstran Tewas, Iran Siapkan Pengadilan Khusus untuk Pengunjuk Rasa

Pejabat Iran, mengatakan bahwa jumlah demonstran yang memprotes kematian Mahsa Amini di atas 1.200 orang


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Bom vs Bunker, Hafiz Belia Juara di Saudi

2 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Bom vs Bunker, Hafiz Belia Juara di Saudi

Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 26 September 2022, dimulai dari artikel pacuan senyap yang terjadi antara teknologi bom dan bunker di dunia.


PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

2 hari lalu

PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pembicaraan dengan Israel perlu dilakukan untuk mempertanyakan nasib Palestina.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

3 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Protes Kematian Mahsa Amini, Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

3 hari lalu

Protes Kematian Mahsa Amini, Iran Panggil Dubes Inggris dan Norwegia

Iran memanggil duta besar Inggris dan Norwegia karena dinilai campur tangan dalam demo menggugat kematian Mahsa Amini