AS Desak Iran Bebaskan Semua Warganya yang Ditahan

Perjanjian nuklir Iran melibatkan Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Cina setelah Amerika Serikat menyatakan diri keluar dari perjanjian itu pada 2018. Ecfr.eu

TEMPO.CO, - Pemerintah Amerika Serikat meminta Iran membebaskan semua warga negaranya yang ditahan di negara itu. Pembebasan dan pemulangan para tahanan ini menjadi salah satu prioritas Presiden Joe Biden.

"Pemulangan yang aman dari mereka yang ditahan di Iran atau di tempat lain adalah "prioritas utama" bagi Washington," kata Jalina Porter, juru bicara Departemen Luar Negeri, dikutip dari Arab News, Ahad, 4 April 2021.

Porter menuturkan akhir pekan ini menandai 2 ribu hari sejak Iran menangkap dan menahan Siamak Namazi karena menjadi warga negara AS. Menurut dia, Namazi merupakan pengusaha yang tinggal di Teheran saat ditangkap pada Oktober 2015.

Ayahnya Baquer Namazi, 84 tahun, juga ditangkap ketika dia melakukan perjalanan ke Iran untuk membantu membebaskan putranya. "Mereka berdua dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas "tuduhan tak berdasar"," ucap Porter.

Porter meminta pemerintah Iran untuk membebaskan pula Emad Sharghi, dan Morad Tahbaz, yang merupakan warga negara Inggris.

"Iran juga harus mempertanggungjawabkan nasib Robert Levinson dan warga AS lainnya yang hilang atau diculik di Iran," ujar Porter.

Pada Rabu kemarin, Ned Price, juru bicara Departemen Luar Negeri yang lain, mengatakan bahwa pemerintahan Biden telah menjelaskan sejak awal jika tidak memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada pemulangan yang aman bagi orang Amerika Serikat yang ditahan secara tidak adil di seluruh dunia. "Itu termasuk orang Amerika yang ditahan secara tidak adil atau yang hilang di Iran," tuturnya.

Baca juga: Iran dan Cina Teken Perjanjian Kerja Sama Selama 25 Tahun

Sumber: ARAB NEWS






WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

2 jam lalu

WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran telah bergabung dalam protes kematian Amini, WNI diminta tak ikut-ikutan.


Biden Longgarkan Hukuman Kepemilikan Ganja, Ampuni Pelanggaran Sederhana

4 jam lalu

Biden Longgarkan Hukuman Kepemilikan Ganja, Ampuni Pelanggaran Sederhana

Biden akan mengampuni terpidana ganja yang ditahan. Mereka yang dijerat kasus kepemilikan ganja dalam jumlah kecil akan dibebaskan.


Penusukan di Las Vegas Strip, 2 Tewas dan 6 Terluka

5 jam lalu

Penusukan di Las Vegas Strip, 2 Tewas dan 6 Terluka

Seorang pria menikam delapan orang dengan pisau panjang di depan kasino di Las Vegas, AS, menyebabkan dua orang tewas


Yohannes Abraham Ditunjuk Jadi Duta Besar Amerika untuk ASEAN

11 jam lalu

Yohannes Abraham Ditunjuk Jadi Duta Besar Amerika untuk ASEAN

Duta Besar Amerika Serikat yang baru untuk ASEAN menyerahkan surat kepercayaannya kepada Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi


Dari Berbahan Kayu hingga Bertenaga Nuklir, Inilah Sejarah Penemuan Kapal Selam

23 jam lalu

Dari Berbahan Kayu hingga Bertenaga Nuklir, Inilah Sejarah Penemuan Kapal Selam

Tak banyak yang tahu bahwa kapal selam pada awalnya dirancang berbahan kayu dan bergerak dengan dikayuh oleh manusia.


Penculikan Misterius, Keluarga di California Ditemukan Tewas Termasuk Bayi 8 Bulan

1 hari lalu

Penculikan Misterius, Keluarga di California Ditemukan Tewas Termasuk Bayi 8 Bulan

Penculikan misterius terjadi pada korban yang merupakan satu keluarga. Keempat korban ditemukan tewas termasuk bayi yang masih berusia 8 bulan.


Taiwan Tak Mau Gantungkan Pertahanan ke Pihak Lain

1 hari lalu

Taiwan Tak Mau Gantungkan Pertahanan ke Pihak Lain

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyatakan tidak akan menggantungkan nasib pertahanan wilayahnya kepada pihak lain.


Kapal Induk AS Mendekat, Korea Utara Uji Coba 2 Rudal ke Laut Arah Jepang

1 hari lalu

Kapal Induk AS Mendekat, Korea Utara Uji Coba 2 Rudal ke Laut Arah Jepang

Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik jarak pendek ke laut arah Jepang setelah kembalinya kapal induk AS ke wilayah itu.


Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

1 hari lalu

Pria 85 Tahun yang Dituduh Mata-Mata AS Dibebaskan Iran, Anaknya Masih Dicekal

Baquer Namazi, 85 tahun, yang dipenjara di Iran atas tuduhan menjadi mata-mata Amerika Serikat, telah dibebaskan.


Dukung Wanita Iran, Anggota Parlemen Uni Eropa Potong Rambut di Mimbar

1 hari lalu

Dukung Wanita Iran, Anggota Parlemen Uni Eropa Potong Rambut di Mimbar

Anggota Parlemen Eropa asal Swedia memotong rambutnya saat berpidato sebagai solidaritas dengan perempuan Iran