Petugas Damkar Lelang Ban Kapten Cristiano Ronaldo untuk Bantu Pengobatan Bocah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djordje Vukicevic, petugas pemadam kebakaran, berpose dengan ban kapten Cristiano Ronaldo yang dilemparkan kapten Portugal itu di lapangan setelah golnya dianulir dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Serbia, di markas brigade pemadam kebakaran Beograd, Serbia, 1 April 2021.[REUTERS / Marko Djurica]

    Djordje Vukicevic, petugas pemadam kebakaran, berpose dengan ban kapten Cristiano Ronaldo yang dilemparkan kapten Portugal itu di lapangan setelah golnya dianulir dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Serbia, di markas brigade pemadam kebakaran Beograd, Serbia, 1 April 2021.[REUTERS / Marko Djurica]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang petugas pemadam kebakaran Serbia melelang ban kapten timnas Portugal yang dipakai Cristiano Ronaldo untuk membantu perawatan seorang anak yang sakit.

    Ban kapten Portugal yang dilempar dengan marah oleh Cristiano Ronaldo ke lapangan setelah golnya dianulir dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Serbia pada akhir pekan, diambil oleh Djordje Vukicevic, seorang petugas pemadam kebakaran jaga.

    Ban lengan biru dengan huruf C putih dilelang untuk amal oleh Vukicevic dan rekan-rekannya dari brigade pemadam kebakaran Beograd untuk mengumpulkan uang demi perawatan Gavrilo Djurdjevic, bocah berusia enam bulan dari Serbia yang menderita atrofi otot tulang belakang.

    "Ronaldo kecewa (dan) dia melempar ban kapten, dan jatuh tepat di sebelah saya," kata Vukicevic, dikutip dari Reuters, 3 April 2021.

    Pada hari Sabtu, Ronaldo yang berusia 36 tahun dan saat ini bermain untuk klub Juventus, kecewa dengan wasit dan melepaskan ban kapten ketika hasil imbang 2-2 di Serbia.

    Aleksandar dan Nevena Djuridjevic berpose dengan putra mereka Gavrilo di rumah mereka di desa Cumic, dekat kota Kragujevac, Serbia, 1 April 2021. [REUTERS / Fedja Grulovic]

    Banyak orang Serbia menggunakan penggalangan dana dan lelang kemanusiaan untuk mengumpulkan uang untuk perawatan medis di luar negeri ketika mereka tidak bisa mendapatkan perawatan yang memadai di dalam negeri.

    Vukicevic mengatakan dia siap untuk menjual memorabilia yang bisa dia kumpulkan dari para pemain untuk membantu orang tua Gavrilo mengumpulkan 2,5 juta euro (Rp 42,8 miliar) untuk perawatannya, tetapi ban kapten itu memiliki nilai yang tinggi.

    "Seluruh kru setuju (ban kapten) ini cocok untuk Gavrilo kecil," katanya.

    Djordje Vukicevic, petugas pemadam kebakaran, berpose dengan ban kapten Cristiano Ronaldo yang dilemparkan kapten Portugal itu di lapangan setelah golnya dianulir dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Serbia, di markas brigade pemadam kebakaran Beograd, Serbia, 1 April 2021. [REUTERS / Marko Djurica]

    Di desa Cumic, tepat di luar kota Kragujevac di Serbia tengah, ibu Gavrilo, Nevena, mengatakan sejauh ini keluarganya telah menerima sumbangan sekitar 500.000 euro atau sekitar Rp 8,5 miliar).

    Ia mengatakan hasil lelang ban kapten Ronaldo akan menjadi kontribusi yang signifikan.

    "Kami tidak percaya bahwa beberapa orang yang bahkan tidak mengenal kami...akan mengambil ban kapten, melelang dan membantu anak kami," katanya

    Baca juga: Kualifikasi Piala Dunia 2022, Cristiano Ronaldo Sebut Portugal Dirugikan Wasit

    Sejauh ini, penawar telah menawar sekitar US$ 60.042 (Rp 875 juta) selama lelang di platform e-niaga Limundo Serbia.

    "Ban lengan kapten ini, yang paling menarik perhatian media dari semua ban lengan, dapat menjadi milik Anda jika Anda bergabung dengan lelang dan penawaran amal ini," kata iklan lelang yang menawarkan ban kapten Cristiano Ronaldo.

    REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.