Bom Makassar, Rusia Minta Warganya Hindari Tempat Keramaian

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Federasi Rusia, Sergey Lavrov (Kanan) dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi (Kiri) dalam pembukaan pameran arsip dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia. (4/2/2020)

    Menteri Luar Negeri Federasi Rusia, Sergey Lavrov (Kanan) dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi (Kiri) dalam pembukaan pameran arsip dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia. (4/2/2020)

    TEMPO.CO, - Kedutaan Besar Rusia di Indonesia memperingatkan warganya untuk menahan diri mengunjungi tempat-tempat keramaian. Imbauan ini mereka keluarkan usai ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

    “Rekan-rekan sekalian, setelah serangan teroris di dekat gereja Kristen di Makassar, kami meminta warga Rusia di (pulau) Sulawesi (dan juga semua orang) untuk tetap tenang, tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian dan mengikuti instruksi polisi," tulis pernyataan misi diplomatik Rusia di halaman Facebook-nya dikutip dari TASS, Senin, 29 Maret 2021.

    Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan ada 14 korban luka akibat ledakan ini dan sedang dalam perawatan dokter.

    Argo mengatakan, korban merupakan pihak keamanan gereja dan jemaah. Sebanyak 3 orang dibawa ke RS Stella Maris, Makassar. Mereka rata-rata mengalami luka di bagian leher, dada, muka, tangan, dan kaki. Kemudian tujuh orang dibawa ke RS Akademis karena terkena serpihan dari ledakan di kaki, betis, paha.

    Kemudian empat orang dirawat di RS Pelamonia akibat serpihan yang mengenai kepala, mata, kaki, dan bagian wajah.

    Adapun yang meninggal dunia ada dua orang yang diduga pelaku bom Gereja Katedral Makassar. Dua orang pelaku bom bunuh diri tersebut mulanya berboncengan dengan motor matic. Dari informasi yang diterima, Argo mengatakan bahwa dua orang tersebut hendak masuk ke pelataran gereja namun dicegah oleh security. "Dari 2 orang tadi dicegah oleh security gereja, dan kemudian terjadi ledakan itu," ujarnya.

    Baca juga: Rusia Dukung Militer Myanmar Ketika 91 Orang Tewas oleh Aparat Keamanan Junta

    Sumber: TASS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.