Prancis Perketat Kebijakan Menutup Sekolah di Zona Risiko Tinggi Covid-19

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang yang memakai masker berjalan di alun-alun Trocadero dekat Menara Eiffel di Paris di tengah wabah penyakit virus corona (Covid-19) di Prancis, 22 Januari 2021. [REUTERS / Gonzalo Fuentes]

    Orang-orang yang memakai masker berjalan di alun-alun Trocadero dekat Menara Eiffel di Paris di tengah wabah penyakit virus corona (Covid-19) di Prancis, 22 Januari 2021. [REUTERS / Gonzalo Fuentes]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Prancis memperketat kebijakan terkait penutupan sekolah di zona risiko tinggi Covid-19.

    Menteri Pendidikan Prancis Jean-Michel Blanquer mengatakan sekolah akan ditutup jika ada satu murid terinfeksi Covid-19. Pada aturan sebelumnya, sekolah ditutup jika ada tiga murid yang positif virus corona.

    “Aturan baru akan mulai berlaku minggu depan di 19 departemen dengan risiko virus corona yang tinggi,” kata Blanquer seperti dikutip dari Reuters, Sabtu, 27 Maret 2021.

    Sejak kembali memberlakukan lockdown pada pekan lalu akibat gelombang ketiga penularan covid-19, pemerintah Prancis tetap pada pendiriannya untuk menutup sekolah. Blanquer menyebutkan 148 dari total 60 ribu sekolah telah ditutup sejak Kamis lalu. 

    Sebagai tambahan, Pemerintah Prancis memberlakukan pembatasan lebih ketat di tiga wilayah Prancis, termasuk departemen Rhone di sekitar kota Lyon selama 4 pekan.

    Langkah tersebut serupa dengan pemberlakuan di wilayah paris dan sebagian wilayah Prancis Utara di mana sejumlah toko telah diperintahkan untuk tutup, serta membatasi perjalanan orang dari rumah mereka.

    Baca juga: Menteri Kebudayaan Prancis Tertular COVID-19

    FRISKI RIANA | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.