Alexei Navalny Tuding Sipir Lapas Tempat ia Ditahan Sengaja Menyiksanya


TEMPO.CO, Jakarta - Kritikus dan aktivis anti-korupsi Rusia, Alexei Navalny, akhirnya besuara soal kondisinya di lembaga permasyarakatan Vladimir. Navalny membantah pernyataan departemen lembaga permasyarakatan yang menyatakan kondisinya stabil. Sebaliknya, kata Navalny, ia dalam kondisi tersiksa.

Dikutip dari kantor berita Reuters, Navalny menyatakan salah satu siksaan yang ia terima tiap hari adalah dibangunkan di tengah tidur malamnya. Selain itu, pengajuannya untuk obat sakit punggung dan cedera kaki juga ditolak. Menurut Navalny, lapas di Rusia memang sengaja ungin menyiksanya.

"Otoritas lapas menolak permintaan saya untuk mendatangkan dokter meski rasa sakit yang teramat sangat di punggung dan kaki yang mati rasa. Saya menganggap kondisi saya ini sebagai akibat langsung dari tindakan dan sikap abai pegawai lapas," ujar Navalny via surat kepada pengacaranya, Kamis, 25 Maret 2021.

Selain tidak diperbolehkan didatangi dokter ataupun menerima obat, Navalny menyatakan dirinya juga tidak boleh bertemu langsung dengan pengacaranya. Alhasil, komunikasi ia dengan pengacara hanya disampaikan via surat.

Istri dari Alexei Navalny, Yulia Navalnaya, menyebut perlakuan yang diterima suaminya adalah balas dendam musuh-musuhnya. Adapun ia meminta Pemerintah Rusia untuk segera mempertemukan suaminya dengan dokter.

Otoritas lapas tidak membantah bahwa mereka rutin membangunkan Navalny tiap malam. Mereka menyatakan, praktik itu wajib dilakukan karena Navalny memiliki potensi untuk kabur.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengambil bagian dalam upacara peluncuran Pabrik Tambang Emas Talas di area cadangan emas Jerooy Kyrgyzstan melalui tautan video di Moskow, Rusia 17 Maret 2021. [Sputnik / Alexei Druzhinin / Kremlin via REUTERS]

Kurang lebih 160 publik figur mendukung upaya keluarga Navalny untuk memastikan Alexei Navalny mendapat bantuan layak di penjara. Sebuah surat terbuka telah dikirimkan ke otoritas lapas, namun belum ada jawaban.

Administrasi Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim tidak tahu soal kondisi Navalny di penjara. Kalaupun ternyata Navalny membutuhkan pertolongan dan akses ke dokter, Kremlin menyatakan hal itu merupakan wewenang otoritas lapas untuk memutuskan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat ini Alexei Navalny berstatus terpidana atas kasus pelanggaran penangguhan hukuman. Di Pengadilan, majelis hakim memvonisnya 3,5 tahun penjara karena pelanggaran tersebut.

Pemidanaan Navalny dianggap berbagai pihak sebagai upaya Pemerintah Rusia untuk membungkamnya. Selama ini, Navalny memang tidak pernah menutupi niatannya untuk membongkar korupsi rezim Presiden Rusia Vladimir Putin dan kemudian mencalonkan diri sebagai pemimpin yang baru.

Hal itu membuat rezim Vladimir Putin memandang Alexei Navalny sebagai sosok berbahaya. Tahun lalu, sebuah operasi pembunuhan dilancarkan kepadanya yang diduga kuat atas permintaan Putin. Untuk membunuh Navalny tanpa jejak, tim eksekutor menggunakan racun syaraf Novichok. Beruntung, Navalny berhasil bertahan hidup walau kemudian ditangkap.

Baca juga: Penjara Rusia Klaim Alexei Navalny Dalam Kondisi Sehat

ISTMAN MP | REUTERS






Alasan Turki Tolak Pencaplokan Ukraina oleh Rusia Meski Erdogan Kawan Dekat Putin

8 jam lalu

Alasan Turki Tolak Pencaplokan Ukraina oleh Rusia Meski Erdogan Kawan Dekat Putin

Turki menyatakan menolak pencaplokan wilayah Ukraina oleh Rusia, padahal Erdogan dikenal dekat dengan Putin.


Konsulat Rusia di New York Dicoret-coret Cat Merah, Buntut Putin Caplok Ukraina

10 jam lalu

Konsulat Rusia di New York Dicoret-coret Cat Merah, Buntut Putin Caplok Ukraina

Kantor Konsulat Rusia di New York dicorat coret oleh orang tak dikenal dengan cat merah.


Zelensky Enggan Berunding Selama Putin Jadi Presiden Rusia

11 jam lalu

Zelensky Enggan Berunding Selama Putin Jadi Presiden Rusia

Selama Putin masih berkuasa, Zelensky tak mau berdamai dengan Rusia.


Zelensky Klaim Lumpuhkan Rusia di Timur Ukraina

14 jam lalu

Zelensky Klaim Lumpuhkan Rusia di Timur Ukraina

Zelensky mengutuk serangan Rusia dengan menyatakan serangan bukan dilakukan oleh manusia.


Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

16 jam lalu

Joe Biden: Caplok Ukraina, Tanda Putin dalam Posisi Sulit

Joe Biden menyebut pencaplokan sebagian Ukraina oleh Vladimir Putin merupakan tanda bahwa Presiden Rusia itu sedang dalam posisi sulit.


Putin Rayakan Pencaplokan Ukraina, Zelensky Ambil Jalur Cepat Masuk NATO

19 jam lalu

Putin Rayakan Pencaplokan Ukraina, Zelensky Ambil Jalur Cepat Masuk NATO

Putin merayakan pencaplokan wilayah Ukraina dengan pesta meriah di Moskow ketika pasukannya kesulitan di medan tempur.


Dubes Uni Eropa Sebut Tantangan Iklim di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina

20 jam lalu

Dubes Uni Eropa Sebut Tantangan Iklim di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina

Duta Besar Uni Eropa Vincent Piketmenyebut tantangan perubahan iklim di tengah invasi Rusia ke Ukraina salah satunya dengan cara sederhana, seperti penghematan energi.


Uzbekistan Tak Akan Deportasi Warga Rusia yang Kabur dari Wajib Militer

1 hari lalu

Uzbekistan Tak Akan Deportasi Warga Rusia yang Kabur dari Wajib Militer

Uzbekistan menyatakan tak akan memaksa warga Rusia yang kabur ke negara itu karena menghindari wajib militer.


Atasi Harga Energi, Jerman Sahkan Paket Kebijakan Rp2,9 Ribu Triliun

1 hari lalu

Atasi Harga Energi, Jerman Sahkan Paket Kebijakan Rp2,9 Ribu Triliun

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengesahkan paket kebijakan sebesar 200 miliar euro atau sekitar Rp2,9 kuadriliun untuk melindungi industri dan rumah tangga dari dampak kenaikan harga energi.


PBB: Aneksasi Rusia terhadap Wilayah Ukraina Pantas Dikutuk

1 hari lalu

PBB: Aneksasi Rusia terhadap Wilayah Ukraina Pantas Dikutuk

Menurut Sekjen PBB Antonio Guterres, referendum dilakukan di bawah pendudukan Rusia dan di luar kerangka hukum dan konstitusional Ukraina.