Raja Salman Copot Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Salman bin Abdulaziz hadir melalui tautan video KTT G20 yang digelar virtual tentang penyakit virus Corona (COVID-19), di Riyadh, Arab Saudi 26 Maret 2020. [Bandar Algaloud / Atas perkenan Kerajaan Saudi / Handout Kerajaan Saudi via REUTERS]

    Raja Salman bin Abdulaziz hadir melalui tautan video KTT G20 yang digelar virtual tentang penyakit virus Corona (COVID-19), di Riyadh, Arab Saudi 26 Maret 2020. [Bandar Algaloud / Atas perkenan Kerajaan Saudi / Handout Kerajaan Saudi via REUTERS]

    TEMPO.CO, - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud memecat Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohamed Benten. Sebagai pengganti, ia mengangkat Menteri Negara Issam bin Saeed menjadi pelaksana tugas.

    Pencopotan itu diumumkan melalui dekrit kerajaan seperti dikutip dari Saudi Press Agency pada Jumat, 12 Maret 2012. "Mohammed Saleh bin Taher Benten, Menteri Haji dan Umrah akan dicopot dari jabatannya,” seperti dikutip dari akun Twitter SPA, tanpa menjelaskan alasan dibalik keputusan itu.

    Benten telah menjabat posisi Menteri Haji sejak 2016. Pelaksanaan Haji dan Umrah telah mendatangkan miliaran dollar setiap tahun yang menjadi sumber pendapatan penting Arab Saudi sebelum pandemi Covid-19. Namun untuk mencegah penularan Covid-19, Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk mengurangi secara drastis jumlah jamaah yang bisa melaksanakan haji.

    Perusahaan-perusahaan yang bergerak pada bidang penunjang ibadah Haji juga ikut terimbas akibat pengetatan ini. Sebelum pandemi, sebanyak 1.300 hotel dan ratusan toko selalu dipenuhi oleh jemaah.

    Belakangan, Jabal Omar Development Company, salah satu perusahaan property terbesar di Arab Saudi mendapatkan pinjaman sebanyak 1,6 juta Riyal dari bank setelah ikut terpukul oleh pandemi.

    Melihat dampak Covid-19 pada perekonomian, Raja Salman pun sudah menyetujui bantuan kepada perusahaan dan masyarakat Arab Saudi yang bergerak dalam bidang penyelenggaraan Haji.

    Baca juga: Arab Saudi Beri Malaysia Tambahan Kuota Haji

    Sumber: REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.